Obligasi Negara Ritel Seri 16 Bisa Dijual 100% ke Pasar Sekunder

Rabu, 02 Oktober 2019 - 16:41 WIB
Obligasi Negara Ritel...
Obligasi Negara Ritel Seri 16 Bisa Dijual 100% ke Pasar Sekunder
A A A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan pemanis bagi Obligasi Negara Ritel (ORI) seri 16 (ORI16) untuk menjadi daya tarik bagi investor. Setelah diluncurkan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, ORI16 dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah melalui masa holding period.

Direktur Surat Utang Negara (Direktur SUN) DJPPR Lotto Srinaita Ginting menjelaskan, bahwa ORI16 bisa dijual kembali ke pasar sekunder 100% kepada siapa saja, tidak hanya kepada pemerintah namun hanya kepada Warga Negara Indonesia (WNI) dan setelah tanggal 15 Desember 2019. Hal ini sangat menguntungkan apabila investor memerlukan likuiditas sebelum tenor jatuh tempo.

"ORI16, 100% bisa dijual kepada siapa saja kecuali kepada asing. Pemerintah tidak membolehkan investor luar negeri, hanya investor individu Indonesia. Boleh dijual kembali setelah 15 Desember," jelas Lotto di Jakarta.

Keuntungan memiliki ORI16, kupon atau return 6,8% pertahun dibayarkan secara bulanan dengan tenor 3 tahun. Saat ini, ORI16 bisa dipesan secara online dengan minimal investasi Rp1 juta hingga maksimal Rp3 miliar perorang. Selain itu, investasi pada ORI16 pasti aman karena dijamin oleh pemerintah. "Jangan khawatir pemerintah tidak mampu melunasi kewajibannya baik pokok maupun bunganya," tegasnya.

ORI16 berbentuk tanpa warkat dengan masa penawaran antara tgl 2-24 Oktober 2019 hingga pukul 10 pagi melalui platform Mitra Distribusi (Midis) melalui e-SBN. Midis ORI16 di pasar perdana ada 14 bank, 4 perusahaan efek, 5 perusahaan Fintech. Investor hanya perlu melakukan registrasi, pemesanan, pembayaran lalu konfirmasi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Tawarkan...
Pemerintah Tawarkan ORI017 Mulai 15 Juni Mendatang
Polytama Propindo Tawarkan...
Polytama Propindo Tawarkan Kupon Obligasi 12%
Dengan Sejuta Rupiah,...
Dengan Sejuta Rupiah, Masyarakat Bisa Kail Cuan dari Surat Utang Pemerintah
Catat Rekor, Penjualan...
Catat Rekor, Penjualan ORI019 Lampaui Rp26 Triliun
Yuk, Beli Nggak? Penawaran...
Yuk, Beli Nggak? Penawaran Sukuk Ritel SR013 Bank Mandiri Tutup Dua Hari Lagi Lho..
ORI 017 Investasi Risiko...
ORI 017 Investasi Risiko Kecil Paling Menguntungkan? Simak Riset Ini
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
12 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
30 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Infografis
2 Negara NATO akan Kirim...
2 Negara NATO akan Kirim Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved