Fintech Mengubah Pola Bisnis Global di Era Digital

Sabtu, 05 Oktober 2019 - 11:31 WIB
Fintech Mengubah Pola...
Fintech Mengubah Pola Bisnis Global di Era Digital
A A A
JAKARTA - Kemajuan teknologi informasi telah mentransformasi pola bisnis global, termasuk sistem pembayaran. Hadirnya Financial Technology (fintech) telah meluncurkan berbagai kemudahan dalam bertransaksi. Bahkan kecepatan dan ketepatan bertransaksi pun dirasakan.

Rektor BRI Institute, Dana Santoso, mengatakan fenomena model pergeseran bertransaksi itu terlihat dalam data Bank Indonesia tahun 2019, yang memperlihatkan pertumbuhan transaksi digital meningkat signifikan.

Transaksi digital dari tahun ke tahun tumbuh 121%, baik transaksi digital antar bank maupun nonperbankan. Data Bank Indonesia mencatat pertumbuhan transaksi berbasis digital tahun 2018 mencapai Rp22,4 miliar.

Kemudian, tahun 2019 naik menjadi Rp26,5 miliar. Angka ini diprediksi terus meningkat pada tahun mendatang.

"Kenyataan menunjukkan penggunaan transaksi non-tunai semakin meningkat. Tren penggunaan uang kartal pun semakin berkurang. Ini berarti model layanan perbankan perlu pembenahan lebih baik," kata Dana dalam Kuliah Umum bertema Menjadi Inovatif untuk Menjadi Pemimpin Masa Depan Fintech, Jumat (4/10/2019).

Menurutnya, penggeseran transaksi ini tidak semata didorong pada laju teknologi informasi yang pesat tetapi juga terjadi perubahan budaya bertransaksi di kalangan generasi milenial yang menyenangi kemudahan, kecepatan, dan ketepatan.

"BRI Institute mengeluarkan model transaksi digital yang memberikan keamanan dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen," paparnya.

Pola tersebut, menurutnya, perlu terbangun didalam sistem pendidikan di Institute BRI yang mendukung perlunya menjadi profesional yang mampu menjawab tantangan perbankan era digital sekaligus menghadirkan model layanan keuangan atau transaksi yang lebih baik.

Ditempat yang sama, Ketua LLDIKTI Wilayah III, M Samsuri menuturkan, kehadiran BRI Institute ini punya bekal yang besar. Tepat menjadi pendidikan yang vokasional atau pendidikan yang bisa memiliki skill yang baik itu harus punya kolaborasi dengan pasar atau industri.

"BRI Institute ini kan punya cikal-bakalnya industri dengan sekitar 30-an lebih anak perusahaan. Ini kan bisa menjadi potensi untuk melakukan kerja sama sebelum benar-benar lepas ke dalam pasar," kata Samsuri.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tumbuh Pesat, Transaksi...
Tumbuh Pesat, Transaksi BRI Mobile Tembus Rp1.075 Triliun
Transaksi Alipay, Apple...
Transaksi Alipay, Apple Pay, dan Tencent di Indonesia Harus Transparan
BRI Catat Transaksi...
BRI Catat Transaksi Digital Naik 18,71% pada April 2020
Cerita Azim, Agen BRIlink...
Cerita Azim, Agen BRIlink Bogor Jadi Jembatan Transaksi Perbankan di Usaha Pemancingan
UnhasPay Permudah Transaksi...
UnhasPay Permudah Transaksi Digital di Perguruan Tinggi
Pacu Transaksi Nontunai,...
Pacu Transaksi Nontunai, BRI dan Tokopedia Luncurkan Tokopedia Card
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
8 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved