Alsintan Rice Transplanter Efektif Tingkatkan Produksi Padi

Jum'at, 04 Oktober 2019 - 22:22 WIB
Alsintan Rice Transplanter...
Alsintan Rice Transplanter Efektif Tingkatkan Produksi Padi
A A A
JAKARTA - Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi padi antara lain melalui pengaturan jarak tanam. Hal ini bisa diatasi dengan alat mesin pertanian (alsintan) jenis rice transplanter.

Tansplanter merupakan mesin penanam padi yang digunakan pada areal tanah sawah kondisi siap tanam. Fungsinya untuk menanam bibit padi dari hasil semaian yang menggunakan tray atau dapog dengan umur bibit sekitar 15 hari atau ketinggian bibit tertentu.

"Mesin tanam ini dirancang agar dapat beroperasi pada lahan berlumpur (puddle) dengan kedalaman kurang dari 40 cm. Oleh karena itu, mesin ini dirancang ringan dan dilengkapi dengan alat pengapung," jelas Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, Jumat (4/10/2019).

Selain itu, transplanter bisa dikatakan penanam bibit padi dengan jumlah, kedalaman, jarak dan kondisi penanaman yang seragam. Kuntungan lain menggunakan alsintan transplanter juga dapat mengurangi penyusutan hasil panen (kerugian) 10% dan meningkatkan nilai tambah, karena proses pengolahan dan panennya yang cepat.

"Produksi yang diperoleh petani lebih tinggi, pendapatan petani juga bisa ikut naik. transplanter menghemat tenaga kerja sebesar 92,5%, sekaligus mengurangi biaya tanam sekitar 33,3%," papar Sarwo Edhy.

Mesin transplanter menerapkan jarak 20x25 cm, lebih sempit daripada jika ditanam oleh manusia yang membutuhkan jarak 30x30cm. Jarak yang lebih sempit ini tentu bisa meningkatkan efektivitas lahan karena memungkinkan lebih banyak padi ditanam.

"Jarak yang penanaman yang lebih presisi jika dilakukan dengan transplanter, juga memiliki efek yang baik bagi tumbuhan. Padi yang ditanam pada jarak yang sama, memungkinkan tanaman ini untuk tumbuh lebih tinggi. Di samping itu, padi juga lebih tahan hama jika dibandingkan penanaman secara manual," tutur Sarwo Edhy.

Adapun keunggulan rice transplanter di antaranya produktivitas tanam cukup tinggi 6 jam per ha, jarak tanam dalam barisan dapat diatur dengan ukuran 12, 14, 16, 18, 21 cm, penanaman yang presisi (akurat), dan tingkat kedalaman tanam dapat diatur dari 0,7-3,7 cm (5 level kedalaman).

"Selain itu, jumlah tanaman dalam satu lubang berkisar 2-4 tanaman per lubang dan jarak dan kedalaman tanam seragam sehingga pertumbuhan dapat optimal dan seragam," sebut Sarwo Edhy.

Dengan menggunakan mesin rice transplanter, petani membutuhkan tenaga yang lebih sedikit untuk menanam padi. Bahkan, mesin transplanter bisa menentukan jarak antar tanaman padi yang memungkinkan untuk pertumbuhan optimal.

"Perkembangan zaman membuat tak banyak lagi buruh tani yang tersisa. Sedangkan di Indonesia, pemilik sawah masih tergolong banyak. Masalah datang ketika musim tanam tiba. Para petani dan pemilik lahan tidak memiliki sumber daya manusia yang mencukupi untuk membantu proses penanaman padi," ujar Sarwo Edhy.

Saat awal alsintan ini dikenalkan oleh Kementan untuk mempermudah proses produksi padi, mungkin banyak yang bingung tentang cara penggunaannya. Padahal mesin transplanter ini sangatlah mudah dalam penggunaannya. Petani tak perlu butuh banyak waktu untuk menanam padi di sepetak sawah.

"Anda hanya perlu melakukan pembibitan dalam baki mesin transplanter hingga menghasilkan gulungan bibit padi siap tanam," terangnya.

Selanjutmya, letakkan bibit padi di atas mesin. Jika sudah, hanya perlu menjalankan mesin supaya padi tertanam secara otomatis. Cara modern untuk menanam padi ini tentu sangat menghemat waktu dan biaya.

"Sudah banyak petani yang mengatakan bisa panen setelah 90 hari, alih-alih 95 hari jika dilakukan secara tradisional. Biaya untuk pengurusan lahan hingga penanam pun bisa dihemat hingga 50%," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Anggaran Bengkel Alsintan...
Anggaran Bengkel Alsintan Rp738 Juta per Desa, Buat Apa Saja?
Ubah Mindset Petani...
Ubah Mindset Petani di Food Estate dengan Alsintan
Genjot Produktivitas...
Genjot Produktivitas Pertanian, Pemerintah Dukung Modernisasi Alat dan Mesin Pertanian lewat KUR
DPR: Jaga Produktivitas,...
DPR: Jaga Produktivitas, Bengkel Alat Pertanian Harus Didukung
Kejari Cirebon Tahan...
Kejari Cirebon Tahan Dua ASN Terkait Korupsi Alsintan Kementan
Kejagung Periksa Tiga...
Kejagung Periksa Tiga Saksi dugaan Korupsi Alat Pertanian Kementan
Berita Terkini
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
16 menit yang lalu
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
35 menit yang lalu
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
1 jam yang lalu
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
2 jam yang lalu
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
3 jam yang lalu
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
3 jam yang lalu
Infografis
15 Jurusan UI yang Sepi...
15 Jurusan UI yang Sepi Peminat, Referensi Tingkatkan Peluang Lolos SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved