Jurus Mahathir Ingin Jadikan Malaysia Sebagai Negara Maju

Sabtu, 05 Oktober 2019 - 15:44 WIB
Jurus Mahathir Ingin...
Jurus Mahathir Ingin Jadikan Malaysia Sebagai Negara Maju
A A A
KUALA LUMPUR - Meski telah berusia 94 tahun, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad masih memiliki pemikiran segar untuk membawa Malaysia menjadi negara maju. Kematangan sebagai pemimpin, Mahathir ingin Malaysia mengganti persneling untuk fokus mengatasi kesenjangan sosial dan ekonomi. Ia ingin pendapatan masyarakat negaranya meningkat dengan mencari sumber pendapatan baru yang tidak bergantung pada hasil minyak.

Melansir dari Bloomberg, Sabtu (5/10/2019), Mahathir Mohamad meluncurkan sejumlah jurus untuk menjadikan Malaysia sebagai negara maju. Dengan cara meningkatkan standar hidup semua warga Malaysia, memastikan upah mengikuti produktivitas, dan tidak bergantung pada pekerja asing.

Rencana ini, kata Mahathir, merupakan kelanjutan dari masa jabatannya sebagai perdana menteri 1981-2003. Mahathir mengatakan strategi prioritas itu sebagai Wawasan Kemakmuran Bersama 2030 (WKB2030) yang dapat menjadikan Malaysia sebagai Macan Asia yang baru, dengan memberikan standar kehidupan yang layak pada semua warga negara pada tahun 2030.

"Ini akan membuat Malaysia mendapatkan kembali kepercayaan pasar dan inovestor. Ini akan menempatkan Malaysia sebagai Macan Asia baru," tandasnya seperti dilansir Kantor Berita Malaysia, Bernama, Sabtu (5/10/2019).

Mahathir mengatakan WKB2030 sebagai hadiah untuk generasi sekarang dan generasi yang akan datang, yang diharap bisa membawa pertumbuhan ekonomi lebih adil.

Menurut Mahathir, ekonomi di Asia Tenggara memang mengalami pertumbuhan cepat dalam puluhan tahun ini. Tetapi gagal dalam mempersempit kensenjangan sosial. Kesenjangan antara orang kaya dan miskin di Malaysia mencapai 20%, melebar lima kali lipat dari tahun 1989 hingga 2016.

Karena itu, pengembangan ekonomi infklusif menjadi fokus utama Mahathir dalam menghadapi masa jabatan kedua kali. Kemerosotan ekspor komoditas dan meningkatnya frustasi masyarakat karena kenaikan biaya hidup bisa mengikis kepercayaan terhadap pemerintah, seperti jajak pendapat publik baru-baru ini.

Pembangunan inklusif yaitu pembangunan dan pertumbuhan ekonomi harus dapat memberikan kontribusi bagi pengentasan kemiskinan dan pemerataan pembangunan. Dan dilakukan secara berkesinambungan. Wawasan Kemakmuran Bersama 2030 akan dimulai pada tahun 2021, dimana anggaran ini akan diajukan pada minggu depan.

Berikut strategi Mahathir Mohamad dalam Wawasan Kemakmuran Bersama 2030:
Ekosistem bisnis:
Menargetkan usaha kecil dan menengah berkontribusi 50% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dan UKM Malaysia bisa menyumbang 581 miliar ringgit atau USD139 miliar.

Pertumbuhan ekonomi:
Meningkatkan kontribusi teknologi tinggi hingga 50% di sektor manufaktur dan 30% di sektor jasa. Pengembangan sektor-sektor baru, termasuk keuangan syariah, energi terbarukan, ekonomi hijau dan komoditas.

Pengembangan sumber daya manusia:
Memastikan setiap program di universitas memiliki link and match bagi kebutuhan industri. Menargetkan 35% tenaga kerja memiliki ketrampilan tinggi.

Pasar tenaga kerja:
Memastikan kenaikan upah setiap tahun dan kenaikan upah harus sejalan dengan tingkat produktivitas. Mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja asing, dan melarang diskriminasi berdasarkan usia, jenis kelamin, etnis, dan agama.

Pembangunan regional:
Mengintegrasikan sistem transportasi publik antara daerah perkotaan dengan pedesaan. Menargetkan membangun 10 perusahaan di setiap negara bagian dan memotong perbedaan upah antara satu negara bagian dengan negara bagian lainnya.

Pembangunan dan kesejahteraan sosial:
Meningkatkan persatuan dan kerukunan nasional, integritas dalam anti korupsi, pembangunan kesehatan masyarakat, perubahan iklim dan lingkungan. Mengembangkan indeks untuk mengukur tingkat kemiskinan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PM Malaysia Mundur,...
PM Malaysia Mundur, Ringgit Jatuh ke Level Terendah
Wapres Minta Ekonomi...
Wapres Minta Ekonomi Perbatasan Indonesia-Malaysia Diperkuat
Malaysia Akui Keberadaan...
Malaysia Akui Keberadaan TKI Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi Malaysia Resmi...
Ekonomi Malaysia Resmi Krisis secara Teknis, Terparah Sejak 1998
Malaysia Lockdown Total,...
Malaysia Lockdown Total, Dampak Ekonominya ke RI Tak Signifikan
IMF Prediksi Ekonomi...
IMF Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,1% di 2026, Ungguli China dan Malaysia
Berita Terkini
Perry Warjiyo Mundur,...
Perry Warjiyo Mundur, Destry Damayanti Jabat Plt Gubernur BI
19 menit yang lalu
Breaking News! Gubernur...
Breaking News! Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri
37 menit yang lalu
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
10 jam yang lalu
Bidik Calon Kreditur,...
Bidik Calon Kreditur, CLIK Propensity Score Bantu Bank Ambil Keputusan Akurat
11 jam yang lalu
Babinsa Awasi Pajak...
Babinsa Awasi Pajak Bisa Picu Persepsi Negatif, DPR: Jangan Sampai Dianggap Mata-mata
12 jam yang lalu
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
15 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved