Isu Beda Pendapat AS-China Dalam Negosiasi Dagang Bikin Wall Street Jatuh

Selasa, 08 Oktober 2019 - 10:56 WIB
Isu Beda Pendapat AS-China...
Isu Beda Pendapat AS-China Dalam Negosiasi Dagang Bikin Wall Street Jatuh
A A A
NEW YORK - Wall Street jatuh pada akhir perdagangan, Senin waktu setempat ketika adanya perbedaan pendapat antara Amerika Serikat (AS) dan China dalam babak baru pembicaraan dagang sebagai upaya menyelesaikan perang dagang. Kondisi tersebut membuat investor cenderung berhati-hati saat pembicaraan yang dijadwal berlangsung selama satu pekan ini.

Sebuah laporan menyatakan, AS mau kesepakatan yang komprehensif meliputi perlindungan hak kekayaan intelektual perusahaan Negeri Paman Sam -julukan AS- seperti yang diusung oleh Presiden Donald Trump. Sementara China hanya mau kesepakatan parsial yang berkaitan dengan pembelian produk pertanian AS dan pengurangan tarif impor barang Tiongkok.

Tapi penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mencoba meredam beberapa kecemasan dengan mengatakan, kemungkinan besar negosiator perdagangan AS dan China bisa membuat kemajuan ketika mereka bertemu di Washington. Ditambah terang dia, Amerika Serikat terbuka untuk melihat apa usulan apa saja yang dibawa oleh Beijing untuk mencapai titik temu.

Laju saham sempat diperdagangkan lebih tinggi di sore hari setelah Fox tweeted bahwa Kementerian perdagangan China mengatakan siap untuk melakukan kesepakatan dengan Amerika Serikat pada bagian dari negosiasi. Wakil negosiator perdagangan dari Amerika Serikat dan China membuka putaran baru pembicaraan pada hari Senin dengan tujuan menyelesaikan perang tarif dua negara dalam 15 bulan terakhir.

Sementara Gedung Putih, mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa pembicaraan tingkat tinggi, yang melibatkan Wakil Perdana China Liu He, Wakil Perdagangan AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin akan dimulai pada hari Kamis.

Dow Jones Industrial Average turun 95,7 poin atau 0,36% menjadi 26.478,02 saat indeks S&P 500 kehilangan 13,22 poin atau 0,45% menjadi 2.938,79. Sedangkan komposit Nasdaq merosot 26,18 poin yang setara 0,33% di level 7.956,29.

Tarif konsesi dari Amerika Serikat dan China bulan lalu telah mendorong harapan munculnya resolusi untuk menghentingkan perang dagang berkepanjangan. Kecemasan atas perang Dagang dan indikator ekonomi yang mixed telah diimbangi oleh meningkatnya harapan dari pemangkasan suku bunga ketiga kalinya tahun ini oleh Federal Reserve alias Bank Sentral AS.

Investor akan segera mengalihkan fokus mereka ke laporan pendapatan kuartal ketiga yang dimulai minggu depan dimulai dari Bank AS, dan banyak harapan untuk melihat lebih jelas tentang dampak perang dagang di perusahaan Amerika. Analis memperkirakan kinerja laba triwulanan akan sentuh posisi terendah sejak 2016, dengan S&P 500 penghasilan terlihat jatuh hampir 3% dari tahun sebelumnya, berdasarkan data IBES dari Refinitiv.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Di Tengah Kekhwatiran...
Di Tengah Kekhwatiran Pandemi dan Perang Dagang, Wall Street Cetak Rekor
Perang Dagang Guncang...
Perang Dagang Guncang Pasar Global, Begini Gerak IHSG dalam Sepekan
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Berita Terkini
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
1 jam yang lalu
Akuisisi Aster Jadi...
Akuisisi Aster Jadi Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Bisnis Mulai Dongkrak Kinerja
1 jam yang lalu
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
2 jam yang lalu
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
11 jam yang lalu
Menghadapi Tekanan Ekonomi,...
Menghadapi Tekanan Ekonomi, Agen Asuransi Jiwa Terus Tingkatkan Kapasitas lewat MDRT Day 2026
11 jam yang lalu
7 BUMN Kolaborasi Gelar...
7 BUMN Kolaborasi Gelar Blue Impact, Lestarikan Terumbu Karang dan Berdayakan Masyarakat Pesisir
12 jam yang lalu
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved