Wall Street Turun Tajam Saat AS Berlakukan Pembatasan Visa Bagi Pejabat China

Rabu, 09 Oktober 2019 - 09:42 WIB
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Saat AS Berlakukan Pembatasan Visa Bagi Pejabat China
A A A
NEW YORK - Wall Street berakhir turun tajam pada perdagangan, Selasa waktu setempat untuk mendekati posisi terendah. Hal ini setelah Amerika Serikat (AS) memberlakukan pembatasan visa terhadap pejabat China serta dibayangi oleh komentar Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang menyatakan siap melanjutkan keterbukaan untuk menjadi sinyal penurunan suku bunga.

Pergerakan saham sempat memangkas kerugian dampak dari pernyataan Powell, namun dengan cepat berbalik arah hingga jatuh cukup dalam pada sesi akhir perdagangan. Penurunan terjadi saat Departemen negara bagian AS tidak berselang lama mengungkapkan, sudah menerapkan pembatasan visa pada pemerintah China dan pejabat Partai Komunis yang diyakini bertanggung jawab atas diskriminasi terhadap minoritas Muslim di Provinsi Xinjiang.

Gerakan tersebut memicu ketegangan menjelang pembicaraan perdagangan tingkat tinggi di Washington minggu ini dan menjadi pendorong terhadap penurunan bursa. Sebelumnya, pemerintah AS juga memperluas daftar hitam terhadap organisasi serta perusahaan asal China.

Kerugian yang meluas dipimpin indeks keuangan S&P yang sensitif terhadap tingkat suku bunga mencetak hasil negatif dengan penurunan mencapai 2%.Sedangkan Philadelphia Semiconductor index SPSY. SOX turun 3,1%. Sebuah laporan Bloomberg mengatakan bahwa, Washington bergerak maju dengan upaya membatasi arus modal ke China. Sementara laporan South China Morning Post mengatakan Chiba telah melunak menjelang pembicaraan di Washington.

Dalam sambutannya, Powell juga mengatakan bahwa waktunya telah tiba untuk memungkinkan kepemilikan aset Fed untuk mulai berkembang lagi, dan The Fed akan "segera mengumumkan tindakan apa yang akan dilakukan untuk menambah pasokan cadangan."

Dow Jones Industrial Average turun 313,98 poin atau 1,19%, menjadi 26.164,04 untuk mengiringi indeks S&P 500 yang kehilangan 45,73 poin, setara dengan 1,56% di posisi 2.893,06. Selanjutnya komposit NASDAQ jatuh 132,52 poin atau 1,67% untuk bertengger di level 7.823,78.

Ekspektasi pasar telah meningkat bahwa Fed akan memotong suku bunga dengan persentase seperempat poin pada bulan Oktober, menurut FedWatch CME Group. Volume perdagangan bursa saham AS mencapai 6,74 miliar saham, atau lebih rendah dibandingkan rata-rata 7,20 miliar saham selama sesi penuh 20 hari perdagangan terakhir.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
2 jam yang lalu
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
3 jam yang lalu
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
3 jam yang lalu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
4 jam yang lalu
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
4 jam yang lalu
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
5 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved