Indonesia-Australia Berdayakan Perempuan lewat Program MAMPU

Rabu, 09 Oktober 2019 - 15:30 WIB
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Berdayakan Perempuan lewat Program MAMPU
A A A
JAKARTA - Kesetaraan gender merupakan salah satu tujuan penting yang ingin dicapai dalam Sustainable Development Goals(SDGs). Demi peningkatan akses dan peran perempuan terhadap pemerintah, Australia dan Indonesia membentuk sebuah program Kemitraan Australia-Indonesia untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (MAMPU).

"MAMPU bekerja untuk meningkatkan akses perempuan miskin ke layanan penting dan program pemerintah lainnya melalui kerja sama dengan OMS di 1.137 desa di 147 kabupaten/kota yang tersebar di 27 provinsi di Indonesia," ujar penggerak pemberdayaan perempuan dan Direktur KAPAL Perempuan Misiyah Misi dalam SDGs Annual Conference 2019 di Jakarta, Rabu(9/10/2019).

MAMPU bersama KAPAL Perempuan bekerja di 6 provinsi, menjangkau 77 desa/kelurahan di 9 kabupaten/kota. MAMPU juga turut mendukung kelautan berkelanjutan dengan adanya Sekolah Perempuan di 10 pulau, salah satunya di Pulau Sabangko, bekerja sama dengan Yayasan Pengkajian dan Pembangun Masyarakat (YKPM) di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

"Sekolah Perempuan merupakan wadah pemberdayaan perempuan akar rumput yang bertujuan untuk memperkuat kepemimpinan perempuan," lanjut Misiyah.

Model yang dikembangkan sekolah ini adalah pendidikan kritis dan pengorganisasian perempuan agar perempuan mampu meningkatkan kesejahteraannya seiring meningkatnya akses, kesadaran kritis, partisipasi dan kontrol perempuan terhadap pembangunan di kepulauan.

"Anggota Sekolah Perempuan di Pulau Sabangko telah terlibat dalam pengambilan keputusan lokal (Musrenbang) dan kini telah membuahkan hasil. Salah satunya adalah pengakuan pemerintah daerah terhadap keberadaan nelayan perempuan dan memberikan kartu nelayan, memiliki akses terhadap kapal nelayan bersubsidi pemerintah yang sebelumnya hanya dimiliki oleh laki-laki," ujar nelayan perempuan Pangkep Nurlina.

Bupati Pangkep Syamsuddin A Hammid juga menjelaskan bahwa hasil advokasi dan kolaborasi dengan pemerintah Pangkep diantaranya adalah tersedianya fasilitas transportasi laut gratis untuk ibu melahirkan, ambulans khusus kepulauan, dan penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Sabangko dan perbaikan layanan publik lainnya di wilayah kepulauan.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Unicharm Gandeng Walikota...
Unicharm Gandeng Walikota Jakarta Selatan Berikan Edukasi Kesetaraan Gender
Seruan Kesetaraan Gender...
Seruan Kesetaraan Gender Menjelang HUT Ke-80 RI
LaNyalla Sebut Kesetaraan...
LaNyalla Sebut Kesetaraan Gender Masih di Atas Kertas, Perlu Kebijakan Spesifik
Laporan Women in Business...
Laporan Women in Business 2024 dari Grant Thornton Ungkap Tantangan Menuju Kesetaraan Gender di Era Kartini Masa Kini
Michele Bullock Jadi...
Michele Bullock Jadi Wanita Pertama yang Memimpin Bank Sentral Australia
5 Cara untuk Dorong...
5 Cara untuk Dorong Kesetaraan Gender dalam Perusahaan
Berita Terkini
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
1 jam yang lalu
Akuisisi Aster Jadi...
Akuisisi Aster Jadi Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Bisnis Mulai Dongkrak Kinerja
1 jam yang lalu
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
2 jam yang lalu
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
11 jam yang lalu
Menghadapi Tekanan Ekonomi,...
Menghadapi Tekanan Ekonomi, Agen Asuransi Jiwa Terus Tingkatkan Kapasitas lewat MDRT Day 2026
11 jam yang lalu
7 BUMN Kolaborasi Gelar...
7 BUMN Kolaborasi Gelar Blue Impact, Lestarikan Terumbu Karang dan Berdayakan Masyarakat Pesisir
12 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved