Bulukumba Dapat Gelontoran Bantuan Alsintan 76 Unit

Rabu, 09 Oktober 2019 - 23:27 WIB
Bulukumba Dapat Gelontoran...
Bulukumba Dapat Gelontoran Bantuan Alsintan 76 Unit
A A A
JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Bulukumba mendapatkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) 76 unit. Bantuan ini dari APBN yang disalurkan Kementerian Pertanian (Kementan) dan APBD dari Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP), Harun, menyatakan selain alsintan berupa traktor roda dua sebanyak 76 unit, Bulukumba juga dapat bantuan eletrik pance pengusir babi 6 unit, pupuk organik kurang lebih 1 ton kepada kelompok tani.

Harun menyebutkan, dengan lahan sekitar 22 ribu hektar persawahan, maka kebutuhan handtraktor roda dua sebanyak 1.530 unit atau 15 hektar per unit. Namun handtraktor roda dua sekarang ini baru mencapai kurang lebih seribu unit.

"Dalam periode kepemimpinan Andi Sukri-Tomy, kami telah menyalurkan handtraktor sebanyak 742 unit. Ini luar biasa, karena rata-rata kita menyalurkan alsintan ratusan per tahun," ungkapnya.

Mengingat kebutuhan alsintan sangat mendesak, Pemerintah Kabupaten Bulukumba membentuk Brigade Alsintan untuk memenuhi layanan alat pertanian para petani.

Brigade itu, lanjut Harun terdiri dari traktor roda dua sebanyak 120 unit dan traktor roda empat ada 2 unit, Kombain besar atau mesin panen sebanyak 15 unit, kemudian pompa air 121 unit, alat tanam 10 unit, alat panen jagung 11 unit, dan hand sprayer 88 unit.

"Itu semuanya adalah alat brigade yang sewaktu-waktu petani bisa menggunakannya dalam rangka percepatan pelaksanaan kegiatan pertanian," beber Harun.

Selain itu, untuk mengantisipasi gagal panen, Harun menyampaikan bahwa ada kuota dari pemerintah sebanyak 5.000 hektar untuk mendapatkan asuransi pertanian di wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami gagal panen. Dirinya meminta para petani untuk memanfaatkan asuransi pertanian itu dengan hanya membayar Rp36 ribu per hektarnya.

Hal ini dianjurkannya, karena sampai saat ini, dari 2.500 hektar yang terancam gagal panen, hanya sekitar 554 hektar yang masuk asuransi. Sehingga ada 2000 hektar rugi begitu saja, padahal jika dimasukkan dalam asuransi, petani bisa mendapatkan jasa asuransi 6 juta rupiah perhektarnya.

"Sangat disayangkan, jika petani tidak menggunakan asuransi pertanian, karena hanya senilai dua bungkus rokok,” cetusnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, meminta para kelompok tani yang mendapatkan bantuan alat tersebut untuk memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Pasalnya masih banyak petani lain yang belum mendapatkan.

"Kalau alat itu tidak digunakan artinya telah mendzalimi petani lainnya yang belum mendapat bantuan dan masih menunggu antrean," ujar Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy menyayangkan para penerima bantuan selama ini yang memiliki pandangan jika bantuan itu dari pemerintah, maka tidak perlu dirawat dan dimanfaatkan dengan maksimal. Padahal anggaran yang digunakan pemerintah untuk membeli alsintan itu uang dari masyarakat juga yang dipungut dari pajak rakyat.

“Jika petani belum mendapatkan alat dan mesin pertanian, saya berharap memanfaatkan brigade yang disiapkan oleh pemerintah, sehingga tidak ada alasan bagi petani terlambat menanam gara-gara tidak ada handtraktor,” bebernya.

Sarwo Edhy juga mendorong agar petani Bulukumba mendaftarkan lahannya ke AUTP. Menurutnya, meski musim hujan segera datang, bukan berarti akan bebas dari ancaman gagal panen.

"Gagal panen kan tidak hanya disebabkan kekeringan, tetapi juga bisa disebabkan kebanjiran. Sebab itu kita dorong asuransi pertanian agar petani bisa tenang dalam menjalankan usaha taninya," pungkas Sarwo Edhy.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Anggaran Bengkel Alsintan...
Anggaran Bengkel Alsintan Rp738 Juta per Desa, Buat Apa Saja?
Ubah Mindset Petani...
Ubah Mindset Petani di Food Estate dengan Alsintan
Genjot Produktivitas...
Genjot Produktivitas Pertanian, Pemerintah Dukung Modernisasi Alat dan Mesin Pertanian lewat KUR
DPR: Jaga Produktivitas,...
DPR: Jaga Produktivitas, Bengkel Alat Pertanian Harus Didukung
Kejagung Periksa Tiga...
Kejagung Periksa Tiga Saksi dugaan Korupsi Alat Pertanian Kementan
Kejari Cirebon Tahan...
Kejari Cirebon Tahan Dua ASN Terkait Korupsi Alsintan Kementan
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved