Jurus BRG Cegah Karhutla Melalui Program Revitalisasi Ekonomi Masyarakat

Kamis, 10 Oktober 2019 - 00:34 WIB
Jurus BRG Cegah Karhutla...
Jurus BRG Cegah Karhutla Melalui Program Revitalisasi Ekonomi Masyarakat
A A A
DUMAI - Badan Restorasi Gambut (BRG) terus mendorong program revitalisasi ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di area lahan bekas terbakar. Program ini juga merupakan salah satu upaya BRG untuk merestorasi lahan gambut.

Kepala BRG, Nazir Foead, mengatakan revitalisasi ekonomi di lahan gambut yang terdegradasi ini sangat berguna bagi masyarakat. Disamping bisa menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat, juga berhasil untuk mencegah kebakaran hutan. Contohnya seperti program budidaya lebah penghasil madu dan penanaman nanas yang ada di area lahan gambut Kota Dumai, Provinsi Riau, pada musim kemarau 2019.

"Lokasi yang kini digunakan untuk program budidaya lebah penghasil madu dan penanaman nanas ini merupakan bukti bahwa program restorasi gambut dalam bentuk revitalisasi ekonomi berhasil mencegah kebakaran hutan," kata Nazir di Dumai, Rabu (9/10/2019).

Menurut dia, lahan yang terdegradasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan tidak terlantar. Sehingga tidak mudah terbakar lagi karena adanya rasa kepemilikan masyarakat terhadap area tersebut untuk menjaga lahan.

Nazir menambahkan, keberlanjutan restorasi gambut ada pada pemanfaatan area bekas terbakar dengan wanatani atau agroforestri. Tanaman yang dipilih dalam program revitalisasi ekonomi adalah tanaman-tanaman pertanian yang cepat menghasilkan dan dapat membantu perekonomian masyarakat secara mandiri.

"Dengan begitu, peluang untuk pemerintah daerah dan korporasi untuk mendukung pengolahan hasil agroforestri di lahan gambut terbuka lebar," ujarnya.

Untuk tanaman nanas yang dilakukan kelompok masyarakat di Desa Mundam, Medang Kampai, Kota Dumai saja mampu menghasilkan hingga Rp20 juta dalam sekali panen. Selain nanas, kelompok masyarakat juga menanam tumbuhan kayu yang bernilai ekonomi tinggi di area bekas terbakar seluas 20 hektar itu.

"Tanaman ini diperkirakan bisa menghasilkan senilai Rp1 juta per hektar," imbuhnya.

Sementara program budidaya lebah penghasil madu di Desa Bukit Timah, Dumai Selatan, BRG memberikan paket revitalisasi ekonomi berupa 50 kotak lebah jenis Trigona Sp yang menghasilkan madu kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Maju Lestari.

"Pembudidayaan lebah penghasil madu memiliki banyak keuntungan. Selain menghasilkan madu, yang dapat dijual, lebah juga dapat membantu penyerbukan tanaman pertanian," tuturnya.

Selain itu, tambah Nazir, lebah juga dapat menjadi indikator kerusakan lingkungan di area tersebut. Keberadaan lebah dalam jumlah banyak di suatu wilayah membuktikan bahwa lingkungan tersebut dalam kondisi baik.

Dengan beternak lebah juga dapat menghasilkan lilin yang digunakan sebagai bahan dasar produk kosmetik dan minyak aromaterapi, sehingga nilai ekonomi bagi masyarakat semakin tinggi.

“Pemenuhan potensi dari hasil budidaya nanas dan lebah madu ini diharapkan dapat dilakukan bersama-sama antara pemerintah, masyarakat dan pengusaha dan memberikan solusi yang saling menguntungkan terutama untuk upaya restorasi ekosistem gambut tropis Indonesia secara berkelanjutan,” pungkas Nazir.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Lahan Gambut Butuh Manajemen...
Lahan Gambut Butuh Manajemen Konservasi
Pantau Gambut Soroti...
Pantau Gambut Soroti Rendahnya Komitmen Restorasi oleh Swasta
Genjot Pemasaran, BRG...
Genjot Pemasaran, BRG Dorong Produk UMKM Dipasarkan lewat Online
BRG Minta Kades Jaga...
BRG Minta Kades Jaga Infrastruktur Pembasahan Gambut
Pulihkan Lahan, BRG...
Pulihkan Lahan, BRG Gelar Pelatihan Sekolah Lapang Tanpa Bakar di Pesantren
Indonesia Ajak ASEAN...
Indonesia Ajak ASEAN Kelola Gambut Berkelanjutan
Berita Terkini
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
7 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
13 menit yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
29 menit yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
36 menit yang lalu
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
40 menit yang lalu
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
1 jam yang lalu
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved