Pasar Digital Puri Bambu Bandung Diminta Inovatif dan Berkelanjutan

Sabtu, 12 Oktober 2019 - 19:31 WIB
Pasar Digital Puri Bambu...
Pasar Digital Puri Bambu Bandung Diminta Inovatif dan Berkelanjutan
A A A
JAKARTA - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meminta destinasi digital Pasar Puri Bambu di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, memiliki inovasi produk agar berkelanjutan serta berdampak bagi masyarakat setempat.

Menpar Arief saat meresmikan destinasi digital Pasar Puri Bambu, Jumat (11/10/2019), menjelaskan kekuatan destinasi digital adalah menggunakan media sosial.

Untuk itu Menpar meminta Pasar Puri Bambu harus terus kuat dalam membangun konsep destinasi digitalnya. Pasar itu menjadi satu dari 64 destinasi digital yang ada di Indonesia.

Dia menyarankan, Pasar Puri Bambu agar menekankan kuliner sebagai kekuatan dalam berpromosi sehingga harus ada inovasi produk di dalamnya agar dikenal masyarakat dan berkelanjutan.

"Yang tidak kalah penting, destinasi digital harus melibatkan masyarakat sejak awal. Dari tempat parkir hingga pedagangnya. Yang utama juga adalah destinasi digital harus cantik jika difoto. Karena kebutuhan anak muda saat ini adalah ‘esteem economy’. Ekonomi pengakuan. Maka harus juga instagramable," tandas Menpar.

Apalagi, lanjut Menpar, Bandung memiliki keunggulan budaya yang luar biasa dengan daya tarik wisata halal yang juga terbaik. "Dan yang paling bisa digunakan di Bandung adalah harus ada Nomadic Tourism, jika itu semua dikembangkan dengan baik, maka akan menjadi destinasi kelas dunia," ucap menteri asal Banyuwangi.

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang M. Naser dalam sambutannya mengatakan destinasi digital di Bandung menjadi bukti keseriusan pemerintah untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan.

“Ini akan menjadikan Kabupaten Bandung semakin semangat meningkatkan pariwisatanya. Kami akan dukung destinasi ini dengan juga meningkatkan kuliner kami, fashion kami, alam kami dengan melibatkan generasi milenial dalam mempromosikannya," tuturnya.

Dadang juga mengakui pariwisata akan menjadi sumber pendapatan yang potensil untuk masyarakat sekitar Kabupaten Bandung. "Dengan jumlah 3,9 juta orang, maka masyarakat Kabupaten Bandung harus bangkit, harus makmur, di era digital seperti ini kita semua harus menghilangkan kata menganggur, destinasi digital yang diluncurkan ini menjadi salah satu wadahnya," tukasnya.

Hadirnya berbagai atraksi yang menarik membuat ratusan pengunjung yang didominasi generasi milenial begitu antusias mendatangi destinasi ini. Selain itu, berbagai workshop hingga sajian kuliner khas membuat pembukaan destinasi ini makin kaya warna.

Daerah Cimenyan sendiri terkenal dengan potensi kuliner berupa tape singkong atau peuyeum dan madu. Selain itu, ada olahan pangan lain dari singkong, jagung, tepung beras dan sayur sayuran serta umbi-umbian. Di pasar ini juga dihadirkan minuman tradisional berupa bandrek dan bajigur.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenpar Siapkan Sistem...
Kemenpar Siapkan Sistem API untuk Saring Hotel dan Vila Ilegal di OTA
Kunjungan Wisatawan...
Kunjungan Wisatawan Belum Stabil, PAD Sektor Wisata Hanya Rp391 Miliar
Akademisi Sarankan Olahraga...
Akademisi Sarankan Olahraga dan Pariwisata Jadi Satu Kementerian
Bangun Pariwisata Tambrauw...
Bangun Pariwisata Tambrauw Perlu Ditanamkan Empat Pilar Pariwisata
Pekerja Pariwisata Mulai...
Pekerja Pariwisata Mulai Divaksin, Disbudpar Bandung Optimistis 2022 Pariwisata Mulai Normal
Era Baru Sektor Pariwisata,...
Era Baru Sektor Pariwisata, Kesiapan Daerah Terapkan CHSE Diawasi Ketat
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
35 menit yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
1 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
1 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
2 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved