Angin Segar Perang Dagang China-AS, Trump Tunda Kenaikan Tarif Baru

Minggu, 13 Oktober 2019 - 13:28 WIB
Angin Segar Perang Dagang...
Angin Segar Perang Dagang China-AS, Trump Tunda Kenaikan Tarif Baru
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) telah sepakat untuk menangguhkan kenaikan tarif selanjutnya terhadap produk impor China, setelah melakukan pembicaraan tingkat tinggi selama dua hari di Washington. Presiden AS Donald Trump mengatakan, negosiator telah mencapai fase satu kesepakatan dimana akan mencakup peningkatan pembelian komoditas pertanian AS, ditambah terkait layanan keuangan hingga pencurian teknologi.

Dilansir BBC, negosiator top China Liu He juga mengaku senang dengan kesepakatan untuk menandai kemajuan dalam negosiasi kedua negara. Seperti diketahui sebelumnya AS tengah bersiap untuk kembali menaikkan tarif terhadap produk China mencapai 30% pada minggu depan. Kesepakatan tersebut menjadi pendorong bagi pasar saham AS yang ditutup lebih tinggi, meskipun kesepakatan antara AS dan China relatif terbatas.

Kesepakatan

"Kami telah mencapai kesepakatan, cukup banyak. Semua sudah dijelaskan," ujar Trump yang menambahkan bahwa negosiator akan mulai membahas fase tambahan segera setelah perjanjian tersebut di dokumenkan. Trump mengungkapkan kemungkinan, kesepakatan itu baru akan diteken bersama Presiden China Xi Jinping pada KTT PBB di Chile bulan Desember, mendatang.

AS telah mengklaim sejumlah kemajuan seperti peningkatan pembelian komoditas pertanian dan valuta Asing serta adanya kesepakatan dalam pasar mata uang, tanpa perbedaan yang harus diselesaikan. Namun negosiator perdagangan AS, Robert Lighthizer mengungkapkan rencana kenaikan tarif pada bulan Desember masih menjadi pertimbangan.

Kelompok pertanian untuk perdagangan bebas mengatakan, janji peningkatan pembelian pertanian oleh China yang senilai USD40 miliar hingga USD50 miliar tidak akan terlalu berdampak besar. "Meskipun kami senang bahwa tarif tidak akan naik, tapi perjanjian ini tampaknya tidak terlalu signifikan untuk mengatasi tarif tinggi yang saat ini dihadapi petani," ujar Brian Kuehl selaku, Co-Direktur Eksekutif grup pertanian tersebut.

"Dari awal Perang Dagang, petani telah bertekas bahwa kesabaran mereka akan dihargai. Sampai saat ini, kesepakatan yang mereka janjikan belum datang," sambungnya.

Konflik Panjang


Sebagaimana telah diketahui AS dan China telah saling menerapkan tarif bea impor tinggi antara satu sama lain, dengan nilai fantastis mencapai miliaran dolar selama 15 bulan terakhir. Negeri Paman Sam -julukan AS- menuntut perlindungan yang lebih baik untuk kekayaan intelektual dan mengakhiri pencurian Cyber serta transfer paksa teknologi untuk perusahaan China.

Ditambah AS juga menginginkan China untuk mengurangi subsidi industri dan meningkatkan akses ke pasar mereka bagi perusahaan AS. Pembicaraan minggu ini menjadi negosiasi tingkat tinggi pertama dalam lebih dari dua bulan terakhir. Sebelumnya ketegangan baru muncul seiring langkah karena Amerika Serikat yang memasukkan 28 entitas China ke dalam daftar hitam karena dituding melanggar hak asasi manusia.

Kelompok bisnis AS, di sisi lain sebagian besar menentang kebijakan tarif tinggi dan mendorong agar terciptanya terobosan untuk mencapai kesepakatan yang lebih besar. Ditambah menghapus kenaikan pajak impor yang sudah dikenakan.

Trump mengatakan, bahwa berbagai isu sedang dalam pembicaraan yang di jamin bakal menghasilkan beberapa kesepakatan. "Ini akan menjadi suatu masalah besar, dimana kami terus melakukannya sesuai bagian kami. Fase ini saya pikir sangat baik," katanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ancaman Perang Dingin...
Ancaman Perang Dingin AS-China Lebih Besar Ketimbang Virus
China Menyerah? Xi Jinping...
China Menyerah? Xi Jinping Sebut Tak Ada Pemenang dalam Perang Dagang Melawan AS
Apakah Trump 2.0 Bikin...
Apakah Trump 2.0 Bikin Perang Dagang Memanas? China Cari Win-win Solusi
Bangun Ekonomi Konsumen...
Bangun Ekonomi Konsumen Skala Besar, China Buka Pasar Bagi Perusahaan Semua Negara
China Membalas Tarif...
China Membalas Tarif Impor AS, Mulai Berlaku 10 Februari 2025
Perusahaan China Makin...
Perusahaan China Makin Banyak Masuk Daftar Hitam AS
Berita Terkini
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
10 menit yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
21 menit yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
35 menit yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
53 menit yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
1 jam yang lalu
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
1 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved