Kemendag Gencar Berantas Perdagangan Ilegal Sarang Burung Walet

Jum'at, 18 Oktober 2019 - 00:19 WIB
Kemendag Gencar Berantas...
Kemendag Gencar Berantas Perdagangan Ilegal Sarang Burung Walet
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berusaha meningkatkan ekspor sarang burung walet dengan memberantas perdagangan ilegal di Indonesia. Pasalnya sarang burung walet merupakan salah satu produk potensial Indonesia.

“Saya mengajak pelaku usaha sarang burung walet untuk menghentikan penjualan secara ilegal. Pemerintah akan menindak tegas pelaku usaha yang masih memperdagangkan komoditas ini secara ilegal,” ujar Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita di Jakarta, Kamis (17/10).

Perdagangan sarang burung di dunia diperkirakan mencapai 210 ton per tahun atau setara USD 1,6 miliar, dari jumlah tersebut sepertiganya berasal dari Indonesia. Saat ini, Indonesia merupakan penghasil sarang burung walet terbesar di dunia.

Pada 2018, Indonesia memproduksi sekitar 40% dari total produksi di dunia dan ekspor Indonesia ke dunia mencapai USD 291 juta. Sementara, Tiongkok merupakan negara dengan konsumsi sarang burung walet terbesar di dunia.

Pada semester pertama 2019, Tiongkok mengimpor 557 ton sarang burung walet atau sekitar USD 115 juta dan 60% didatangkan dari Indonesia. Namun demikian, nilai perdagangan Indonesia dengan Tiongkok untuk komoditas sarang burung walet tidak tercatat dengan baik.

Terjadi perbedaan yang cukup signifikan antara nilai ekspor Indonesia ke Tiongkok dengan nilai impor Tiongkok dari Indonesia untuk produk ini. "Ekspor sarang burung walet dari Indonesia ke Tiongkok tercatat sebesar 5%. Sedangkan nilai impor sarang burung Tiongkok dari Indonesia tercatat sebesar 80 persen,” paparnya.

Pemerintah Indonesia, lanjut Mendag, akan bekerja sama dengan Pemerintah Tiongkok untuk memberantas tindakan perdagangan ilegal sarang burung walet. Selain itu, pemerintah pusat dan daerah akan terus meningkatkan kerja sama dalam pengawasan perdagangan sarang burung walet.

“Diharapkan pelaku usaha sarang burung walet dapat mematuhi ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan ekspor komoditas ini yang nantinya akan meningkatkan devisa negara,” pungkas Mendag.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan Akan Lakukan...
Kementan Akan Lakukan Terobosan untuk Peningkatan Ekspor SBW
Teknologi Budidaya Walet...
Teknologi Budidaya Walet Smart Pertama Dunia Resmi Dibangun
Selesai Dibangun, Pabrik...
Selesai Dibangun, Pabrik TEI Bakal Serap 1.000 Tenaga Kerja Lokal di Demak
Aktivis AGN Minta Kasus...
Aktivis AGN Minta Kasus Sarang Burung Walet Bengkulu Dibawa ke Pengadilan
Sidang Perusahaan Sarang...
Sidang Perusahaan Sarang Walet, Pemohon Cukup Puas dengan Keterangan Ahli
Polsek Perdagangan Tangkap...
Polsek Perdagangan Tangkap Komplotan Pencuri Sarang Burung Walet
Berita Terkini
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
42 menit yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
51 menit yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
1 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
1 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
2 jam yang lalu
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
3 jam yang lalu
Infografis
Burung Elang Langka...
Burung Elang Langka yang Lama Hilang Terlihat Kembali di Papua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved