Akhir Masa Jabatan, Sri Mulyani Ingatkan IMF Pangkas Proyeksi Jadi Tantangan
Jum'at, 18 Oktober 2019 - 20:59 WIB
Akhir Masa Jabatan, Sri Mulyani Ingatkan IMF Pangkas Proyeksi Jadi Tantangan
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, selama menjabat di dalam kabinet kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla tidaklah mudah. Bahkan pada masa akhir jabatannya tantangan masih muncul, dimana Lembaga Moneter Internasional alias IMF (International Monetary Fund) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2019, menjadi 3% dari sebelumnya 3,2%.
"Tantangan kita bahwa setiap tahun pertumbuhan ekonomi dunia di revisi ke bawah terus dan oleh IMF terakhir tidak menggembirakan jadi faktor eksternal," ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (18/10/2019).
Menurut Menkeu, perlambatan ekonomi dunia membuat perdagangan seluruh dunia juga mengalami penurunan. Hal ini terang dia akan menjadi pekerjaan berat untuk pemerintah kedepan.
"Trade seluruh dunia juga hanya tumbuh 1,1% mungkin lowes since sejak 2008-2009, artinya bukan faktor engine. Pertumbuhan ekonomi dunia malah jadi faktor yang dianggap lemah," jelasnya
Sri Mulyani mengaku telah banyak mengeluarkan startegi dalam menjaga ekonomi Indonesia agar tetap stabil. "Strategi dalam negeri tentu yang struktural fundamental membangun infrastruktur dan industri, ciptakan kompepetitivenes kita," jelasnya.
"Tantangan kita bahwa setiap tahun pertumbuhan ekonomi dunia di revisi ke bawah terus dan oleh IMF terakhir tidak menggembirakan jadi faktor eksternal," ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (18/10/2019).
Menurut Menkeu, perlambatan ekonomi dunia membuat perdagangan seluruh dunia juga mengalami penurunan. Hal ini terang dia akan menjadi pekerjaan berat untuk pemerintah kedepan.
"Trade seluruh dunia juga hanya tumbuh 1,1% mungkin lowes since sejak 2008-2009, artinya bukan faktor engine. Pertumbuhan ekonomi dunia malah jadi faktor yang dianggap lemah," jelasnya
Sri Mulyani mengaku telah banyak mengeluarkan startegi dalam menjaga ekonomi Indonesia agar tetap stabil. "Strategi dalam negeri tentu yang struktural fundamental membangun infrastruktur dan industri, ciptakan kompepetitivenes kita," jelasnya.
(akr)
Lihat Juga :