Alam Batik Diminati dari Asia hingga Eropa

Senin, 21 Oktober 2019 - 13:49 WIB
Alam Batik Diminati dari Asia hingga Eropa
Alam Batik Diminati dari Asia hingga Eropa
A A A
Sebagai salah satu warisan budaya asli Indonesia, batik terus berkembang pesat. Tak hanya motifnya yang kian bagus, warna batik pun kian beragam.

Kini, batik yang menggunakan pewarna alami semakin disenangi warga mancanegara dan bernilai tinggi. Ciri khas batik warna alam adalah warna-warna berkarakter tenang dan lembut.

Penggunaan bahan pewarna alami menjadi tren seiring gencarnya kampanye pelestarian lingkungan. Bunga, dedaunan, bebatuan hingga akar-akaran menjadi pilihan bahan pewarna alam.

Fery Sugeng Santoso asal Pasuruan, Jawa Timur ini mencontohkan, untuk mendapatkan warna kuning, bahan yang digunakan adalah kayu tegeran. Jika menginginkan warna kuning muda, dalam pengikatannya menggunakan batu tawas yang mengandung aluminium.

Sementara, untuk warna kuning yang lebih tua, diikat menggunakan batu kapur karena mengandung tembaga dan kalsium. Untuk warna gelap seperti hitam dan abu-abu, yang digunakan untuk mengikat adalah bahan yang mengandung besi.

Batik dengan pewarna alam diyakini memberikan rasa percaya diri. Karena batik tak sekadar seni, tetapi juga mengandung filosofi. Inilah yang menjadi keyakinan pria yang kerap akrab dipanggil Ferry ini hingga dapat memasarkan produknya ke berbagai negara.
Hingga saat ini, karyanya telah mendapatkan apresiasi di sejumlah negara seperti Korea, Australia, Malaysia, Singapura, dan sejumlah negara di Eropa. Batik dengan pewarna alam memang lebih dihargai di negara-negara tersebut. Eropa tidak mau sintetis, maunya warna alam.

Ia mengakui, dengan idealismenya ini, produk yang dihasilkan tidak selalu mengikuti keinginan pasar. Akan tetapi, ia yakin, konsistensilah yang menjadi ciri khas produk Alam Batik. Selain itu, produk yang dihasilkan menjadi ekslusif bagi pemiliknya.

Bergabung SETC

Awalnya saya tidak suka dengan batik, namun setelah kenal dengan Sampoerna Enterpreneurship Training Center (SETC) pada tahun 2007 ia semakin mantap, apalagi diberikan pembinaan dari awal memulai usaha hingga cara pemasarannya, itupun masih dengan bendera usaha batik Dinar Agung milik orangtuanya.

Kemudian pada tahun 2009, Ferry mulai mendirikan Alam Batik di bawah pembinaan SETC, sejak saat itulah ia mengaku bisnisnya berkembang dengan pesat. Ihwal perkembangan bisnis Alam Batik, Ferry mengaku tidak membuat SETC berhenti mendampinginya.
Perkembangannya luar biasa. Apalagi sering diajak kegiatan pameran sehingga peluang besar untuk kami. Penting untuk campaign. Expo tidak hanya untuk jualan, tetapi juga memperkenalkan kepada masyarakat.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1459 seconds (10.177#12.26)