Tingkatkan Produksi Padi, Kabupaten Bandung Andalkan Pembangunan RJIT

Selasa, 22 Oktober 2019 - 21:25 WIB
Tingkatkan Produksi...
Tingkatkan Produksi Padi, Kabupaten Bandung Andalkan Pembangunan RJIT
A A A
JAKARTA - Kabupaten Bandung terus berusaha meningkatkan produksi padi. Salah satunya dengan meningkatkan prasarana pertanian melalui pembangunan atau Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dan jalan usaha tani di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, mengungkapkan tahun 2018, Ditjen PSP telah membangun 399 unit embung pertanian dan 134.475 hektar jaringan irigasi tersier yang direhabilitasi. Untuk 2019, rehabilitasi jaringan irigasi tersier ditargetkan seluas 67.037 hektar.

"Program RJIT periode 2014-2019 ini, dilakukan untuk membangun jaringan irigasi tersier yang kondisinya hampir 50% rusak. Dearah yang ingin membangun embung atau irigasi tersier, silakan ajukan ke Ditjen PSP. Bisa melalui Dinas Pertanian di wilayahnya masing-masing," ujar Sarwo Edhy, Selasa (22/10/2019).

Sarwo Edhy mengatakan, program rehabilitasi jaringan irigasi yang saat ini sedang gencar dilakukan oleh pemerintah sangat dirasakan oleh para petani. Ia menjelaskan, efek yang langsung dirasakan petani adalah, adanya penambahan Indeks Tanam yang tadinya hanya bisa sekali setahun menjadi dua kali atau lebih.

"Dengan adanya program rehabilitasi jaringan irigasi, maka ada peningkatan pada indeks tanam petani, yang sebelumnya hanya sekali setahun menjadi dua kali," kata Sarwo Edhy.

Kabid Sarana Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Yayan Agustian, mengungkapkan, jaringan irigasi tersier yang sudah dibangun di antaranya di Kecamatan Pasirjambu, Ciwidey, Banjaran, Paseh, Ibun, Solokanjeruk, Cicalengka, Rancaekek, dan Cikancung.

"Dibangunnya jaringan irigasi tersier itu dapat meningkatkan produksi 0,5%. Misalnya yang semula menghasilkan produksi 6,5 ton gabah kering panen per hektar, bertambah 0,5% dengan adanya pengerjaan pembangunan jaringan irigasi tersier tersebut," kata Yayan Agustian.

Yayan mengatakan, pembangunan jaringan irigasi tersier yang berasal dari APBN, setiap titik lokasi sepanjang 150-200 meter. Pembangunan jaringan irigasi tersier itu pada bagian kanan kiri sehingga panjangnya antara 300 sampai 400 meter.

"Pembangunan jaringan irigasi tersier itu sudah dilaksanakan di 12 kecamatan tadi, untuk meningkatkan produksi pertanian," katanya.

Yayan mengatakan, pembangunan jaringan irigasi tersier itu dengan cara dicor untuk memudahkan dalam proses perawatan yang dilakukan oleh para petani di kawasan tersebut.

"Adanya pembangunan jaringan irigasi tersier ini bisa mengairi lahan pertanian padi antara 50 hektar sampai 100 hektar, dengan anggaran setiap titik lokasi rata-rata Rp50 juta," kata Yayan.

Menurutnya, adanya peningkatan pembangunan jaringan irigasi tersier ini, yang semula lahan pertanian padi tak terairi akhirnya bisa terairi.

"Soalnya, air bisa mengalir cukup jauh dan menjangkau lahan pertanian lebih luas lagi," katanya.

Dikatakannya, pembangunan jaringan irigasi tersier ini untuk menyalurkan air dari saluran induknya atau sekunder (sungai). Bahkan, pembangunan infrastruktur ini untuk menyalurkan air dari dam yang dikerjakan satu paket dengan pembangunan jaringan irigasi tersier.

"Bahkan, pembangunan jaringan irigasi tersier ini untuk menyalurkan air dari sumbernya, selain proses penyalurannya dengan cara menggunakan pompa yang bersumber dari sungai. Prasarana pertanian ini untuk memudahkan aliran air," ujar Yayan.

Bahkan, imbuh Yayan, jika ada lahan pertanian padi yang tidak terjangkau aliran air yang bersumber dari jaringan irigasi tersier, Dinas Pertanian memfasilitasi pembangunan sumur pantek dengan menggunakan mesin pompa air.

"Mesin pompa air di lokasi sumur pantek sedalam 40 meter itu bisa mengairi lahan pertanian padi seluas 5 hektar," katanya.

Namun yang harus diperhatikan para petani itu, kata Yayan, bagaimana proses pemeliharaan mesin pompa air dan pipanya yang digunakan untuk menyalurkan airnya.

"Pembangunan berbagai prasarana pertanian itu, mulai dari jaringan irigasi tersier dan sumur pantek bisa dirasakan manfaatnya oleh para petani di Kabupaten Bandung," katanya.

Disamping itu, kata Yayan, pemerintah pun fokus pada peningkatan infrastrukur jalan usaha tani. Di antaranya di Desa Neglasari Kecamatan Ibun.

"Yang semula jalan setapak, kini bisa menggunakan kendaraan roda dua untuk mengangkut hasil pertanian atau pun mengangkut pupuk saat pengolahan lahan pertanian," tambahnya.

Ia mengatakan, pembangunan jalan usaha pertanian dapat meningkatkan produksi pertanian, selain mengurangi biaya produksi pertanian.

Saat ini, kata Yayan, pihaknya sedang melakukan proses usulan untuk menambah peningkatan pembangunan jaringan irigasi tersier di lahan pertanian di Kabupaten Bandung.

"Titik lokasinya sudah ada. Namun masih dalam proses usulan. Berbagai pelaksanaan pembangunan infrastruktur pertanian itu berdasarkan usulan dari para kelompok tani," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mentan YSL Perkenalkan...
Mentan YSL Perkenalkan Irigasi Perpompaan, Petani Padeglang Kini Bisa Dua Kali Tanam
Review IPDMIP, Kementan...
Review IPDMIP, Kementan Dukung Keberlanjutan Irigasi
Kementan Latih Petani...
Kementan Latih Petani Kenali Musuh Alami melalui Sekolah Lapang IPDMIP
IPDMIP Dukung Kementan...
IPDMIP Dukung Kementan Capai Ketahanan Pangan
IPDMIP Dukung Kementan...
IPDMIP Dukung Kementan Tingkatkan Peran Petani di Lahan Irigasi
Saluran Irigasi Direhabilitasi,...
Saluran Irigasi Direhabilitasi, Produktivitas di Belawa Wajo Meningkat
Berita Terkini
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
19 menit yang lalu
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
45 menit yang lalu
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
1 jam yang lalu
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
1 jam yang lalu
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
3 jam yang lalu
Infografis
Rute Pawai Akbar Persib...
Rute Pawai Akbar Persib Bandung Juara Liga 1 2024/2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved