Mengenal Terobosan Baru Reksa Dana Multi Share Class

Rabu, 23 Oktober 2019 - 14:51 WIB
Mengenal Terobosan Baru...
Mengenal Terobosan Baru Reksa Dana Multi Share Class
A A A
JAKARTA - Industri reksa dana Indonesia membuat terobosan baru dengan hadirnya reksa dana multi share class. Reksadana multiple share class adalah reksa dana terbuka, berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang memiliki lebih dari satu kelas Unit Penyertaan (share class). Seluruh share class memiliki kebijakan dan strategi investasi yang sama.

Komposisi portofolio dan efek-efek di semua kelas juga sama. Yang membedakan kelas A dengan kelas lainnya pada reksa dana tersebut adalah fitutnya yang bersifat administratif, seperti besaran biayanya, pola distribusi hasil investasinya, dan/atau jenis mata uangnya.

"Praktik multi share class ini sudah merupakan satu praktik yang biasa di industri manajer investasi secara global," ujar Direktur Pengelolaan Investasi OJK Sujanto di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Sambung Sujanto menjelaskan, bahwa pada prinsipnya, dalam penerapan reksa dana dengan multi share class di Indonesia, terdapat tiga hal yang harus diutamakan oleh Manajer Investasi, yaitu profesionalisme dan tidak terdapat perbedaan aset/kebijakan investasi pada setiap kelas reksa dana, transparansi atas setiap kelas reksa dana, serta pengelolaan risiko yang memadai.

"Multi share class telah diterapkan sejak lama di luar negeri. Beberapa reksa dana dengan multi share class yang dicatatkan dan diterbitkan di Luxembourg bahkan telah didistribusikan di berbagai negara dengan denominasi yang berbeda-beda," lanjut Sujanto.

Di industri reksa dana Indonesia, multi share class pertama kali diterapkan pada produk reksa dana Manulife Obligasi Unggulan yang dikelola oleh PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) dan diadministrasikan oleh Standard Chartered Bank Indonesia (Standard Chartered) sebagai bank kustodian.

"Bagi perusahaan manajer investasi, reksa dana dengan multi share class sangat bermanfaat dalam hal efisiensi waktu dan biaya. Dari segi biaya, cukup banyak komponen biaya yang dapat dihemat. Jika semula manajer investasi mengelola beberapa reksa dana dengan strategi yang sama, dengan multi share class dapat disatukan dalam satu reksa dana, sehingga cukup mengadministrasikan satu reksa dana saja," ujar Director & Chief Business Development and Advisory Officer MAMI Heryadi Indrakusuma.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pembagian Aset Reksa...
Pembagian Aset Reksa Dana Minna Padi Perlu Dipercepat
Modal Rp100.000, Investasi...
Modal Rp100.000, Investasi Reksa Dana Jadi Pilihan Milenial
OJK Targetkan Pasar...
OJK Targetkan Pasar Modal Sumbang Rp1.812 Triliun untuk Kebutuhan Investasi Nasional
Pastikan Penempatan...
Pastikan Penempatan Dana Negara Berjalan Lancar, OJK-Himbara Gelar Pertemuan
Penghimpunan Dana di...
Penghimpunan Dana di Pasar Modal Capai Rp179,66 Triliun
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
5 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
6 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
6 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
7 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
7 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
7 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved