Rupiah Diprediksi Masih Melemah
Jum'at, 25 Oktober 2019 - 09:03 WIB
Rupiah Diprediksi Masih Melemah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan akhir pekan, Jumat ini diperkirakan masih melemah. Hal ini dipengaruhi hasil pemangkasan suku bunga acuan alias BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR)
Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, mengatakan pemangkasan suku bunga acuan memberikan sentimen negatif bagi mata uang garuda.
"Kemarin BI menjelaskan alasan pemangkasan, salah satunya adalah kekhawatiran pelambatan ekonomi," ujar Ariston di Jakarta, Jumat (25/10/2019).
Dia melanjutkan isu pelambatan ekonomi global mungkin menjadi katalis rupiah hari ini, yang bisa mendorong pelemahan rupiah.
Selain itu, rilis data ekonomi AS, data pesanan barang tahan lama (Durable Goods Orders) bulan September dirilis mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya (-1,1% vs +0,3%), yang mengindikasikan adanya pelambatan menekaan rupiah.
"Rupiah hari ini berpotensi bergerak di Rp14.000-Rp14.100 per USD," jelasnya.
Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, mengatakan pemangkasan suku bunga acuan memberikan sentimen negatif bagi mata uang garuda.
"Kemarin BI menjelaskan alasan pemangkasan, salah satunya adalah kekhawatiran pelambatan ekonomi," ujar Ariston di Jakarta, Jumat (25/10/2019).
Dia melanjutkan isu pelambatan ekonomi global mungkin menjadi katalis rupiah hari ini, yang bisa mendorong pelemahan rupiah.
Selain itu, rilis data ekonomi AS, data pesanan barang tahan lama (Durable Goods Orders) bulan September dirilis mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya (-1,1% vs +0,3%), yang mengindikasikan adanya pelambatan menekaan rupiah.
"Rupiah hari ini berpotensi bergerak di Rp14.000-Rp14.100 per USD," jelasnya.
(ven)