Kinerja Keuangan Kawasan Berikat Nusantara Diklaim Meningkat

Rabu, 30 Oktober 2019 - 07:20 WIB
Kinerja Keuangan Kawasan...
Kinerja Keuangan Kawasan Berikat Nusantara Diklaim Meningkat
A A A
JAKARTA - PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) di bawah manajemen Muhamad Sattar Taba diterangkan berhasil meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Selain itu ditegaskan KBN secara hukum telah menyampaikan gugatan atas konsesi pengelolaan pelabuhan marunda selama 70 tahun oleh PT KCN.

"Kontrak kerjasama inilah pangkal masalah karena temuan BPK menyatakan bahwa ada kerugian negara dalam kontrak tersebut dan, ada Potensi Loss keuangan negara hingga 50 triliun jika kerjasama tersebut tetap berjalan," ujar Juru Bicara Sinergi Kawal BUMN Abdul Rohim di Jakarta.

Lebih lanjut Ia menerangkan, Info diperolehnya juga menyebutkan BPK akan melakukan audit kepada PT KCN.
"Catatan yang berhasil kami himpun dari beberapa sumber, PT KCN selama proses kerjasama dengan PT KBN tidak pernah melakukan RUPS sejak tahun 2015 hingga saat sekarang," ungkapnya

Selain itu sejak 2015, PT KCN juga tidak pernah menyetorkan dividen kepada PT. KBN. "Kita tahu, RUPS sebagai prasyarat manajemen perusahaan yang sehat. Hal ini tentu menjadi pertanyaan karena tidak ada mekanisme pertanggungjawaban kinerja yang dapat dinilai," terang Rohim.

Sambung dia menekankan, sebagai seorang yang memiliki pengalaman dalam mengelola BUMN selama 40 tahun, kiprah Dirut KBN Sattar Taba terbilang moncer. Selama menjabat di BUMN, kinerja perusahaan selalu meningkat.

Sebelum didapuk sebagai Dirut KBN, Sattar Taba telah dipercaya mengelola PT Semen Tonasa. Dalam proses perjalanan, kami menilai kinerja BUMN Semen Tonasa cukup baik. "Kami memiliki keyakinan bahwa kebaikan demi kebaikan yang telah banyak ditorehkan oleh Dirut KBN Sattar Taba selama berkarier di BUMN menjadi track record baik yang menjadi parameter Kementerian BUMN," papanya.

Dia juga menembahkan, hal itu menjadi prinsip dasar yang harus sama-sama kita junjung. Sinergi Kawal BUMN berpandangan bahwa segala opini, isu, pemberitaan negatif yang dialamatkan kepada Direktur Utama PT KBN sesungguhnya merupakan sebuah upaya menghadang langkah penyelamatan perusahaan serta aset negara oleh PT KBN yang jika dibiarkan akan dirampas pihak-pihak yang tak bertanggung jawab atas nama kerjasama.

"Perampasan aset negara jauh dari hakikat Nawacita, karena kita tentu tak ingin kekayaan negara berupa lahan dan potensi keuntungan yang dapat dihasilkan dinikmati oleh sekelompok orang yang tak berhak atas itu," tegasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Korea Hightech Indonesia...
Korea Hightech Indonesia Terima Izin Fasilitas Kawasan Berikat
Fasilitas Kawasan Berikat...
Fasilitas Kawasan Berikat Menyokong Geliat Ekonomi Rakyat
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Erick Thohir Kembali...
Erick Thohir Kembali Tunjuk Mantan Polisi/Eks DPR Jadi Komisaris BUMN
Begini Kronologi Warga...
Begini Kronologi Warga Temukan Granat di KBN, hingga Jadi Korban LedakanĀ 
Transformasi Digital...
Transformasi Digital di KBN melalui Go Live Aplikasi SAP
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
57 menit yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
1 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
2 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
2 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
2 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
7 Jenderal TNI Alumni...
7 Jenderal TNI Alumni SMA Taruna Nusantara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved