Rencana Kawasan Industri Takalar Jadi Komitmen KBN Bangun Timur Indonesia

Kamis, 31 Oktober 2019 - 11:24 WIB
Rencana Kawasan Industri...
Rencana Kawasan Industri Takalar Jadi Komitmen KBN Bangun Timur Indonesia
A A A
JAKARTA - Rencana PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) membangun Kawasan Industri Takalar, Sulawesi Selatan menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus melakukan ekspansi bisnis. Hal ini menurut Sinergi Kawal BUMN menjadi upaya pengembangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor kawasan.

Upaya PT KBN terus mendapatkan dukungan untuk meningkatkan performa yang berhasil ditunjukkan dengan skema pengembangan kawasan industri tersebut sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan Kawasan Timur Indonesia. Pengembangan Kawasan Industri Takalar diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat khususnya di wilayah setempat serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat.

"Informasi yang kami terima, Pembangunan Kawasan Industri Takalar mendatangkan investor dengan nilai investasi sebesar Rp320 triliun. Ini merupakan nilai yang besar dan baik investasi nasional," ujar
Peneliti Sinergi Kawal BUMN Willy Kurniawan dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Dikutip dari situs KBN, Kementerian BUMN mendukung pengembangan Kawasan Industri Takalar, Sulawesi Selatan oleh PT KBN. Hal itu disampaikan Hendrika Nora Osloi Sinaga, Asisten Deputi Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan III Kementerian BUMN di Takalar, Selasa (29/10) lalu.

Berdasarkan data PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), pembangunan kawasan industri tersebut membutuhkan lahan seluas 1.000 hektare. Untuk pembangunannya, akan dilakukan secara bertahap. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Takalar sudah menyediakan lahan seluas 750 hektare.

Kawasan industri tersebut diperkirakan menyerap tenaga kerja sebanyak 15 ribu orang. Selain itu, di kawasan terpadu ini bakal fokus pada industri pengolahan aluminium dan tembaga. "Sinergi Kawal BUMN memandang, rencana tersebut sangat positif. Ini menunjukkan komitmen Dirut KBN Pak Sattar Taba dalam peningkatan kinerja KBN yang berorientasi pada pertumbuhan angkatan kerja baru," paparnya.

"Kami menilai, sosok Sattar Taba sejauh ini memiliki komitmen kuat bagi pengembangan PT. KBN (persero). Tak hanya itu, kami meyakini beliau sebagai seorang yang istiqomah dalam menjalankan amanah dan jabatan. Dalam kasus sengketa Pelabuhan Marunda, Pak Sattar Taba siap mempertaruhkan nyawa demi menjaga aset negara," tandas Willy.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Korea Hightech Indonesia...
Korea Hightech Indonesia Terima Izin Fasilitas Kawasan Berikat
Fasilitas Kawasan Berikat...
Fasilitas Kawasan Berikat Menyokong Geliat Ekonomi Rakyat
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Erick Thohir Kembali...
Erick Thohir Kembali Tunjuk Mantan Polisi/Eks DPR Jadi Komisaris BUMN
Begini Kronologi Warga...
Begini Kronologi Warga Temukan Granat di KBN, hingga Jadi Korban LedakanĀ 
Transformasi Digital...
Transformasi Digital di KBN melalui Go Live Aplikasi SAP
Berita Terkini
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
34 menit yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
1 jam yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
2 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
4 jam yang lalu
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
14 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
14 jam yang lalu
Infografis
Timur Kapadze Jadi Kandidat...
Timur Kapadze Jadi Kandidat Pelatih Timnas Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved