Respons Sri Mulyani Saat The Fed Kembali Pangkas Suku Bunga Acuan AS

Kamis, 31 Oktober 2019 - 14:26 WIB
Respons Sri Mulyani...
Respons Sri Mulyani Saat The Fed Kembali Pangkas Suku Bunga Acuan AS
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memberikan respons terhadap kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve alias The Fed yang kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis point. Menurutnya hal ini memberikan ruang bagi banyak negara emerging untuk meningkatkan perekonomian domestik.

"Kita semuanya termasuk Indonesia bisa gunakan momentum ini dalam rangka meningkatkan kegiatan ekonomi dan dari sisi investasi itu bisa jauh lebih positif karena dengan penurunan suku bunga berarti cost of moneynya jadi lebih rendah," jelas Menkeu Sri Mulyani di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (31/10/2019).

(Baca Juga: Suku Bunga AS Dipangkas untuk Ketiga Kalinya, The Fed Dibayangi Ketakutan)

Sebelumnya terang Menkeu, suku bunga tinggi yang sempat diterapkan membuat negara berkembang harus hadapi konsekuensinya. "Dari sisi pemerintah dengan penurunan dari the fed, itu memberikan semacam pause kepada situasi kenaikan suku bunga yang kemarin membuat banyak negara emerging harus hadapi konsekuensinya," ungkapnya.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu berharap, dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam menghadapi gejolak ekonimi global. "Kita berharap momentum ini akan muncul pada tahun 2019 akhir ini dan akan terus dijaga di tahun 2020. Kalau kita lihat dari sisi kemungkinan policy dari pemerintah RRT dengan Amerika Serikat bisa sepakat tentu kita berharap momentum positif ini menguat," jelasnya.

Seperti diketahui Ketua The Fed Jerome Powell menyoroti risiko-risiko perlambatan pertumbuhan global, perkembangan kebijakan perdagangan, serta tekanan inflasi yang diredam. "Kami merasa bahwa kebijakan ini sangat baik," katanya pada konferensi pers di Washington pada akhir pertemuan dua hari Fed.

Sejak pertemuan terakhir, ia mengatakan risiko terhadap perekonomian telah surut, merujuk kesepakatan "fase satu" antara AS dan China serta berkurangnya peluang Brexit berakhir tanpa kesepakatan. Powell memberikan sinyal tidak akan kembali mengubah suku bunga, terkecuali kondisi ekonomi memburuk secara tidak terduga. "Kita melihat sikap kebijakan saat ini sebagai kemungkinan dari segala situasi," katanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Ekonomi Indonesia Bisa Melesat 5,7%
Wakil Menteri Keuangan...
Wakil Menteri Keuangan Beberkan Alasan Ekonomi RI Bisa Meroket 7,07%
Ekonomi Digital RI Bisa...
Ekonomi Digital RI Bisa Tembus USD65 Miliar di 2022
Ini Proyeksi Terkini...
Ini Proyeksi Terkini Pertumbuhan Ekonomi RI 2020 dari Berbagai Lembaga
Sri Mulyani Bersiap...
Sri Mulyani Bersiap Hadapi Kejatuhan Ekonomi RI di Kuartal II/2020
Berita Terkini
Kinerja Tumbuh Positif,...
Kinerja Tumbuh Positif, ASABRI Bukukan Kenaikan Aset 12,23% di 2025
37 menit yang lalu
Blok Masela Ditargetkan...
Blok Masela Ditargetkan Produksi 2029, Alokasi Gas Domestik Capai 60%
52 menit yang lalu
Pasar Kripto Masih Sideways,...
Pasar Kripto Masih Sideways, Bittime Futures Bisa Jadi Alternatif Strategi
1 jam yang lalu
Antisipasi Risiko Sosial...
Antisipasi Risiko Sosial Tambang, Perusahaan Didorong Terapkan Standar Keberlanjutan Global
1 jam yang lalu
Dibuka Naik Tipis, IHSG...
Dibuka Naik Tipis, IHSG Langsung Balik Arah Turun 0,24% ke 6.093
2 jam yang lalu
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
3 jam yang lalu
Infografis
4 Tentara AS Tewas saat...
4 Tentara AS Tewas saat Latihan Tempur di Dekat Sekutu Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved