Anggaran Infrastruktur Jokowi Jilid II Rp6.421 Triliun, Kemampuan Tak Lebih 40%

Rabu, 06 November 2019 - 19:21 WIB
Anggaran Infrastruktur...
Anggaran Infrastruktur Jokowi Jilid II Rp6.421 Triliun, Kemampuan Tak Lebih 40%
A A A
JAKARTA - Pembiayaan proyek infrastruktur dalam periode II pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menjadi tantangan, mengingat kebutuhan anggaran terus meningkat dalam lima tahun ke depan. Seperti diketahui Presiden Joko Widodo akan kembali menggenjot pembangunan infrastrukturnya pada periode II masa pemerintahannya, lantaran infrastruktur diyakini penting untuk memikat lebih banyak investor.

Direktur Perencanaan Infrastruktur Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Heldy Satrya Putera menerangkan, terkait besarnya kebutuhan anggaran untuk mewujudkan proyek infrastruktur yang masih menjadi prioritas disamping peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Maka dibutuhkan peran swasta, karena kemampuan fiskal tidak lebih dari 40%.

"Kita bisa melihat bahwa terjadi kenaikan anggaran dari Rp4.000 triliun menjadi lebih dari Rp6.000 triliun dalam lima tahun ke depan. Permasalahannya adalah, kemampuan fiskal pemerintah tak lebih dari 40%, perlu ada bantuan dari swasta untuk mendorong negara menjadi lebih maju," ujar Heldy Satrya Putera dalam diskusi panel Indonesia Infrastructure Development Financing (IIDF) 2019 terkait Private Public Partnership (PPP) di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

PPP atau juga yang disebut sebagai Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), merupakan salah satu alternatif pembiayaan infrastruktur. Hal ini mengingat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 selama lima tahun ke depan, kebutuhan anggaran untuk infrastruktur RI mencapai Rp6.421 triliun.

Solusi KPBU dalam membantu pembiayaan, juga diakui oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani beberapa waktu lalu. Dari kebutuhan pembangunan infrastruktur yang mencapai lebih Rp6.000 triliun itu, menurutnya pemerintah hanya bisa menyediakan Rp500 triliun per tahun. “Maka solusi dari hal tersebut adalah KPBU," kata Sri Mulyani.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wujudkan Ekonomi 8 Persen...
Wujudkan Ekonomi 8 Persen lewat Pembiayaan Kreatif Infrastruktur
APBN Terbatas, Anak...
APBN Terbatas, Anak Buah Sri Mulyani Andalkan Sumber Pembiayaan Kreatif untuk Infrastruktur
Pembangunan Infrastruktur...
Pembangunan Infrastruktur Era Prabowo Butuh Uang 3 Kali Lipat dari Periode Jokowi
ESG Bakal Jadi Landasan...
ESG Bakal Jadi Landasan Proyek Infrastruktur Pemerintah
Ajak Swasta Ikut Biayai...
Ajak Swasta Ikut Biayai Infrastruktur, Pemerintah Siap Beri Beragam Fasilitas
BPK Bongkar Penyebab...
BPK Bongkar Penyebab Pembengkakan Biaya di Proyek-proyek Infrastruktur
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
1 jam yang lalu
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
3 jam yang lalu
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
4 jam yang lalu
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
6 jam yang lalu
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
6 jam yang lalu
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
7 jam yang lalu
Infografis
UU DKJ Diteken Jokowi,...
UU DKJ Diteken Jokowi, Jakarta Tak Lagi Jadi Ibu Kota Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved