Airlangga dan Mendag AS Wilbur Ross Bahas Hapus Hambatan Perdagangan

Rabu, 06 November 2019 - 20:16 WIB
Airlangga dan Mendag...
Airlangga dan Mendag AS Wilbur Ross Bahas Hapus Hambatan Perdagangan
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) Wilbur Ross membahas, untuk menghilangkan hambatan yang membatasi ruang gerak industri dan bisnis perusahaan AS di Indonesia. AS pun menawarkan partisipasi dalam pembangunan infrastruktur, pekerjaan umum, energi dan sektor lainnya melalui kerja sama dengan pihak swasta dan BUMN.

“Kami sangat menghargai kunjungan Anda bersama para delegasi, karena hal ini sejalan dengan visi Presiden Jokowi untuk memperbesar (nilai) perdagangan dan investasi antara Indonesia dengan mitra dagang kami, salah satunya yaitu AS,” kata Menko Airlangga, di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Dalam kunjungan kali ini, Secretary Ross didampingi oleh 24 orang pejabat pemerintahan AS dan Kedutaan Besar AS di Jakarta, serta 25 orang delegasi pebisnis AS yang bergerak pada berbagai sektor antara lain energi, teknik, konstruksi, dan teknologi informasi. Lawatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan ke kawasan Asia Tenggara, antara lain ke Thailand dan Vietnam.

Tahun ini lanjut Menko Airlangga, menandai 70 tahun hubungan bilateral yang baik antara Indonesia dan AS. “Saya harap kedua negara dapat menggunakan momentum ini untuk semakin memperkuat hubungan serta meningkatkan investasi dan perdagangan dua arah, melalui usaha yang berkelanjutan dan akan membawa keuntungan bagi masing-masing negara,” tuturnya.

AS merupakan negara tujuan ekspor nonmigas terbesar bagi Indonesia. Data Kementerian Perdagangan tahun 2018 menunjukkan, AS adalah mitra dagang terbesar ketiga bagi Indonesia dengan nilai perdagangan bilateral sebesar USD28,6 miliar, naik 10,42% dari periode sama tahun sebelumnya. Nilai Investasi Langsung (Foreign Direct Investment/FDI) AS di Indonesia juga menyentuh angka USD1,217 juta dengan 572 proyek.

Sebaliknya, Indonesia adalah negara tujuan investasi dari para pengusaha AS dalam sektor ekstraktif atau sumber daya mineral, serta menjadi pasar potensial bagi produk-produk AS lainnya. “Maka itu, untuk memperluas perdagangan bilateral, kita harus fokus dalam kolaborasi membangun sebuah roadmap bernilai sekitar USD60 miliar untuk lima tahun ke depan dengan mengidentifikasi sektor-sektor tertentu, khususnya industri yang menyokong satu sama lain,” jelasnya.

Secretary Ross mengungkapkan, kunjungan ke Asia Tenggara ini sebagai salah satu upaya mendukung sasaran Presiden AS Donald Trump untuk mempercepat kegiatan perdagangan AS di kawasan. Ditambah membuka peluang ekspor yang menciptakan lapangan pekerjaan bagi perusahaan AS, sekaligus memenuhi kebutuhan kawasan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan.

“Di Departemen Perdagangan, kami bekerja mendorong pertumbuhan sektor swasta AS di dalam negeri dan seluruh dunia. Dengan nilai hampir USD2 triliun dalam perdagangan dua arah pada 2018, kami sedang berusaha menumbuhkan kemitraan penting di kawasan Indo-Pasifik seiring perusahaan-perusahaan AS memperluas bisnisnya di sini. Saya harap kita dapat bekerja sama semakin erat tahun demi tahun ke depan,” ungkap Ross.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
GSP Diperpanjang, Wamendag...
GSP Diperpanjang, Wamendag Makin Optimis dengan Perdagangan RI-AS
Deal! RI-AS Teken Pendanaan...
Deal! RI-AS Teken Pendanaan Infastruktur dan Perdagangan Rp10,5 Triliun
Perdagangan RI dengan...
Perdagangan RI dengan AS Cetak Surplus, Namun Defisit Lawan China
Agresif, RI Targetkan...
Agresif, RI Targetkan Perdagangan dengan AS Capai USD60 Miliar di 2024
Perdagangan RI-China...
Perdagangan RI-China Tak Lagi Pakai Dolar AS, Awas Ada Risikonya
Perjanjian Tarif Resiprokal...
Perjanjian Tarif Resiprokal RI-AS Hanya Amankan 2% Total Perdagangan Nasional
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
5 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
5 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
5 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
6 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
6 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
6 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved