Putus Kerjasama, Garuda Indonesia Sebut Sriwijaya Air Lanjutkan Bisnis Sendiri

Kamis, 07 November 2019 - 12:38 WIB
Putus Kerjasama, Garuda...
Putus Kerjasama, Garuda Indonesia Sebut Sriwijaya Air Lanjutkan Bisnis Sendiri
A A A
JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kembali pecah kongsi dengan Sriwijaya Air setelah sebelumnya kedua maskapai tersebut sempat berdamai. Dalam keterangan resmi hari ini, Garuda Indonesia memastikan telah menghentikan kerjasamanya dengan Sriwijaya Air.

Direktur Pemeliharaan dan Layanan PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) Iwan Joeniarto menyatakan Sriwijaya tidak akan lagi menjadi anggota Garuda Indonesia Group. “Hubungan antara Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Group akan dilanjutkan secara business to business (B2B),” kata Iwan dalam keterangan tertulis yang diterima SINDONews di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Dia melanjutkan, merujuk pada status kerja sama manajemen saat ini antara PT Sriwijaya Air dan PT Citilink Indonesia sebagai anggota Grup Garuda Indonesia, juga tidak akan dilanjutkan.

"Karena keadaan dan beberapa hal yang belum diselesaikan oleh kedua belah pihak, dengan ini kami sampaikan bahwa Sriwijaya melanjutkan bisnis sendiri," jelasnya.

Merespons hal tersebut, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa pihaknya akan memanggil kedua jajaran direksi Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air. "Kita akan panggil mereka untuk cari jalan keluar. Dan jangan sampai pecah kongsi lagi," ujar Menhub di Hotel Redtop Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Menhub juga menegaskan bahwa maskapai Sriwijaya masih ada yang beroperasi. Dia membantah rumor bahwa maskapai tersebut tidak terbang lagi. "Bukan tidak terbang lagi. Tapi ada beberapa yang tidak terbang," tukasnya.

Sebelumnya, Garuda Indonesia masih terus melakukan komunikasi secara intens dengan maskapai penerbangan Sriwijaya Air mengenai mekanisme pembayaran utang. Ada beberapa usulan mekanisme pembayaran utang yang diberikan Garuda kepada Sriwijaya Air.

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan mengatakan, salah satu skema yang ditawarkan adalah pembayaran lewat konversi saham. Artinya, nanti Sriwijaya Air bisa membayarkan utangnya kepada Garuda dengan memberikan sebagian sahamnya kepada maskapai berlogo burung Garuda ini.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Berdarah-darah, Sriwijaya...
Berdarah-darah, Sriwijaya Air 'Ikuti Jejak' Garuda Indonesia
Pelita Air Dikabarkan...
Pelita Air Dikabarkan Gantikan Garuda Indonesia, Begini Respons Kemenhub
Langgar PSBB, Batik...
Langgar PSBB, Batik Air Kena Sanksi dari Kemenhub
Menyoal Kompensasi Kecelakaan...
Menyoal Kompensasi Kecelakaan Penerbangan
Usai Kecelakaan Pesawat...
Usai Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air dan Garuda Gagal Landing, DPR Akan Panggil Kemenhub
Menhub Izinkan Pebisnis...
Menhub Izinkan Pebisnis Gunakan Maskapai Penerbangan
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
5 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
5 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
5 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
6 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
6 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
6 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved