AUTP Minimalisir Kerugian Petani di Musim Kekeringan

Jum'at, 08 November 2019 - 21:39 WIB
AUTP Minimalisir Kerugian...
AUTP Minimalisir Kerugian Petani di Musim Kekeringan
A A A
JAKARTA - Musim kemarau dan kekeringan yang melanda Indonesia pada pertengahan 2019, dikhawatirkan membuat gagal panen di musim tanam April-September.

Dari data BMKG, kejadian kekeringan parah di Indonesia pada 2019 umumnya disebabkan kejadian anomali iklim di Samudera Pasifik berupa El Nino dan/atau di Samudera Hindia berupa Dipole Mode positif (IOD+). Fenomena El Nino merupakan anomali suhu permukaan laut di wilayah Pasifik Tengah Ekuator yang lebih panas dari biasanya.

Kondisi inilah yang membuat PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau yang dikenal dengan Asuransi Jasindo mengajak para petani untuk mengasuransikan lahan sawahnya.

Menurut Direktur Utama Asuransi Jasindo, Edie Rizliyanto, produk Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang bekerjasama dengan Kementerian Pertanian berfungsi memberikan rasa aman bagi petani untuk menghindari gagal panen.

"Sampai saat ini, lahan sawah yang telah diilindungi oleh Asuransi Jasindo mencapai hampir 1 juta hektar. Diharapkan target AUTP dari Kementerian Pertanian bisa ditingkatkan lagi sehingga dapat melindungi semua petani yang mempunyai lahan garap di bawah 2 hektar," tutur Edie, Jumat (8/11/2019).

Edie melanjutkan, AUTP merupakan pengejawantahan UU No. 19 Th. 2013 Tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Petani. "Melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian BUMN, Asuransi Jasindo ditunjuk untuk melaksanakan program pemerintah tersebut," katanya.

AUTP tutur Edie, mampu membantu petani saat mengalami musim kering berkepanjangan seperti yang terjadi sejak pertengahan 2019. AUTP akan mengganti kerugian yang dialami petani, sehingga dapat membeli bibit dan pupuk untuk musim tanam berikutnya.

"Diharapkan dengan mengikuti AUTP petani mempunyai modal awal untuk memulai kembali usaha pertaniannya sehingga tidak terjerat utang kepada rentenir untuk memperoleh modal awal bertani. Tak hanya itu, dengan mengikuti AUTP, petani juga akan lebih mudah terakses kepada lembaga keuangan," tuturnya.

Asuransi Jasindo berharap semakin banyak petani yang memanfaatkan asuransi ini, karena asuransi ini memiliki premi yang kecil tapi mampu memberikan jaminan yang maksimal. "Terutama untuk petani penggarap yang masih hidup di bawah garis kemiskinan dapat diberikan bantuan subsidi premi full dari APBN," lanjutnya.

Untuk mengakses asuransi ini, para petani cukup membayar Rp36.000 dan sisa Rp144.000 akan disubsidi pemerintah.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bisnis Asuransi Mulai...
Bisnis Asuransi Mulai Dilirik Manager Terkena PHK saat Pendemi Covid-19
Jasindo: Asuransi Usaha...
Jasindo: Asuransi Usaha Tani Padi Solusi di Tengah Cuaca Tak Menentu
Jasindo Perluas Program...
Jasindo Perluas Program Asuransi Pertanian untuk Meningkatkan Swasembada Pangan
Pemkab Lutra Asuransikan...
Pemkab Lutra Asuransikan Belasan Ribu Hektare Lahan Pertanian
Jasindo Gencarkan Literasi...
Jasindo Gencarkan Literasi Asuransi untuk Petani di Jawa Barat
Diadang Pandemi, Industri...
Diadang Pandemi, Industri Asuransi Masih Tumbuh 11%
Berita Terkini
Bahlil Ancam Akan Tinjau...
Bahlil Ancam Akan Tinjau RKAB Penambang yang Menolak Pakai B50
10 menit yang lalu
TikTok Gelontorkan Rp3,6...
TikTok Gelontorkan Rp3,6 Miliar Edukasi Gizi dan Angkat Potensi Pangan Lokal
35 menit yang lalu
MNC Sekuritas Sukses...
MNC Sekuritas Sukses Gelar Grand Final MotionTrade Billionaires Games 2026
54 menit yang lalu
Hyundai Bakal Pamerkan...
Hyundai Bakal Pamerkan Prototipe Mobil Seven Seater di GIIAS 2026
1 jam yang lalu
Didukung BPDP dan Ditjenbun,...
Didukung BPDP dan Ditjenbun, AKPY Percepat Transfer Teknologi ke Pekebun Sawit Morowali
1 jam yang lalu
Prabowo Luncurkan BBM...
Prabowo Luncurkan BBM Baru B50 Pertama di Indonesia
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved