Permen ESDM 13/2018 Dinilai Berpotensi Hambat Program Tol Laut

Sabtu, 16 November 2019 - 20:16 WIB
Permen ESDM 13/2018...
Permen ESDM 13/2018 Dinilai Berpotensi Hambat Program Tol Laut
A A A
JAKARTA - Peraturan Menteri (Permen) ESDM No 13 Tahun 2018 tentang kegiatan Penyaluran BBM, BBG dan LPG dikhawatirkan menghambat program Tol Laut yang sedang dijalankan pemerintah. Kekhawatiran itu muncul karena ada pasal-pasal pada permen tersebut yang dinilai "abu-abu" yang bisa menghambat pelaksanaan program Tol laut dari sisi suplai bahan bakar.

Sebagaimana diketahui, selama ini pendistribusian BBM umum nonsubsidi jenis solar yang dipergunakan untuk keperluan pelayaran maupun untuk masyarakat kepulauan dominan disuplai oleh perusahaan-perusahaan yang merupakan agen-agen dari PT Pertamina (Persero) dan anak perusahaannya, PT Pertamina Patra Niaga.

Namun, munculnya Permen ESDM No 13/2018 yang ditandatangani oleh Menteri ESDM kala itu, Ignatius Jonan pada tanggal 21 Februari 2018 dan diundangkan pada 23 Februari 2018, terdapat pasal yang dinilai bisa dimaknai bahwa para agen tersebut bukanlah Badan Usaha Niaga Migas sebagaimana dimaksud oleh aturan tersebut, sehingga mereka tidak bisa lagi menyuplai BBM ke pengguna langsung.

"Padahal, pengguna BBM umum jenis marine fuel adalah digunakan untuk keperluan angkutan laut danau dan sungai yang selama ini di distribusikan oleh para agen BBM mitra BUMN Pertamina dan Patra Niaga," ujar pengamat energi Sofyano Zakaria di Jakarta, Sabtu (16/11/2019).

Selama ini, kata Koordinator Asosiasi Pengamat Energi Indonesia (APEI) tersebut, para agen terbukti berperan besar dalam melayani BBM bagi dunia pelayaran, khususnya bagi pemilik kapal juga perahu nelayan, termasuk masyarakat kepulauan yang biasa membeli dalam skala kecil yang bersifat eceran.

"Jika para agen dilarang melakukan itu lagi, maka sangat tidak mungkin kebutuhan BBM mereka dilakukan oleh badan usaha niaga migas seperti Pertamina dan Patra Niaga, karena badan usaha ini juga memiliki keterbatasan," tambahnya.

Keberadaan para agen mitra Pertamina dan Patra Niaga itu menurutnya punya peranan besar bagi pemenuhan kebutuhan BBM umum nonsubsidi yang berperan menyukseskan program Tol Laut. Selama ini, kata Sofyano, para agen tersebut juga berperan besar sebagai titik suplai bagi masyarakat kepulauan karena terbatasnya depo BBM Pertamina.

"Para agen BBM untuk keperluan laut berfungsi pula sebagai depo BBM berjalan yang jumlahnya sangat besar, dan ini sangat membantu peran Pertamina," ujarnya.

Sofyano menambahkan, jika permen tersebut dimaksudkan untuk agen BBM umum bagi keperluan industri di daratan, hal itu tidak akan menjadi masalah. Sebab, di daratan banyak tersedia titik suplai BBM baik dalam bentuk depo atau pun SPBU yang semuanya bisa memenuhi kebutuhan industri yang ada di daratan.

"Jika Permen ESDM 13/2018 lantas ditafsirkan tidak tepat yang membuat para agen tidak lagi bisa berjualan BBM langsung ke pengguna karena bukan Badan Usaha Niaga Migas, maka ini berpotensi menimbulkan masalah bagi masyarakat banyak dan akan membuat pemerintah kesulitan. Bisa dikatakan Permen ESDM tersebut malah menghambat program Tol Laut," tegas Sofyano.

Untuk itu , lanjut dia, menteri ESDM yang baru saat ini sebaiknya mengkaji ulang pasal-pasal yang ada pada Permen ESDM 13/2018 tersebut sebelum aturan itu terlanjur menimbulkan masalah yang akhirnya malah merepotkan Kementerian ESDM dan pemerintah.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Masyarakat Sumenep Tolak...
Masyarakat Sumenep Tolak Permen ESDM No 37 Direvisi
667 Nelayan Kampar Nikmati...
667 Nelayan Kampar Nikmati Program Konversi BBM ke BBG
Angkatan Laut Iran Sita...
Angkatan Laut Iran Sita Kapal Asing Penyelundup Bahan Bakar
Iran: Angkatan Laut...
Iran: Angkatan Laut AS Bantu Penyelundup Bahan Bakar Minyak
Harga Bahan Bakar Nabati...
Harga Bahan Bakar Nabati Makin Mahal, Bioetanol Dipatok Rp14.779/Liter
Mandatori B40 Mulai...
Mandatori B40 Mulai Berlaku 1 Januari 2025, Hemat Devisa Rp25 Triliun
Berita Terkini
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
20 menit yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
36 menit yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
1 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
1 jam yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
2 jam yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
2 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved