Rupiah Awal Pekan Berakhir Loyo Iringi Perbaikan Euro

Senin, 18 November 2019 - 17:36 WIB
Rupiah Awal Pekan Berakhir...
Rupiah Awal Pekan Berakhir Loyo Iringi Perbaikan Euro
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Senin (18/11/2019) menyusut setelah sempat sedikit membaik pada sesi siang untuk kemudian menutup hari ini di zona merah. Kejatuhan mata uang Garuda mengiringi euro yang menikmati kenaikan cukup tinggi versus dolar AS untuk mendekati posisi terbaiknya.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah tergelincir menjadi Rp14.076 per USD pada sesi penutupan atau tidak lebih baik dari sebelumnya Rp14.073/USD. Pergerakan harian rupiah pada perdagangan hari ini berada pada kisaran Rp14.035 hingga Rp14.082/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga jatuh menjadi Rp14.078/USD dibandingkan sesi penutupan akhir pekan kemarin Rp14.076 per USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.070-Rp14.081/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga sesi sore justru menunjukkan performa negatif untuk terus merosot semakin dalam ke zona merah. Hingga sesi penutupan, rupiah bertengger di Rp14.090/USD atau memburuk dari sesi siang tadi pada posisi Rp14.070/USD.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah justru masih tertahan pada zona merah di posisi Rp14.075/USD untuk menjadi sinyal keterpurukan mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah tertekan usai kemarin Rp14.069/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, euro meningkat ke posisi tertinggi 11 hari terhadap dolar AS, seiring harapan bahwa Washington dan Beijing dapat segera menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang yang telah menjadi hambatan pertumbuhan ekonomi global.

Euro pada sesi terakhir tercatat meningkat 0,1% menjadi 1,1068 terhadap USD, atau menjadi yang tertinggi sejak 7 November. Sedangkan indeks dolar yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama turun 0,1% di 97,90.

Yuan offshore, bagaimanapun tetap di bawah 7 per dolar, ketika sesi terakhir jatuh 0,1% menjadi 7,0142. Yuan merupakan mata uang yang paling sensitif dalam sengketa perdagangan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Rupiah Punya Peluang...
Rupiah Punya Peluang Saat Penguatan Dollar AS Tertahan di Tengah Sikap Wait and See
Rupiah Tengah Pekan...
Rupiah Tengah Pekan Dibuka Loyo ke Rp14.853/USD Iringi Kejatuhan Pounds
Berita Terkini
IHSG Senin Depan Diprediksi...
IHSG Senin Depan Diprediksi Lanjut Koreksi, Cermati Area 6.074-6.146
58 menit yang lalu
Ramalan Goldman Sachs...
Ramalan Goldman Sachs soal Harga Minyak Dunia Diwarnai Skenario Buruk Tembus USD145 per Barel
1 jam yang lalu
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
2 jam yang lalu
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
13 jam yang lalu
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
13 jam yang lalu
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
13 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved