Penjualan Ritel e-Commerce Diprediksi Tembus USD65 Miliar

Selasa, 19 November 2019 - 07:08 WIB
Penjualan Ritel e-Commerce...
Penjualan Ritel e-Commerce Diprediksi Tembus USD65 Miliar
A A A
JAKARTA - Perusahaan teknologi e-commerce lokal Sirclo mengumumkan hasil riset pertumbuhan pasar e-commerce Indonesia. Chief Executive Officer dan Founder Sirclo, Brian Marshal, mengatakan pertumbuhan industri e-commerce Indonesia sedang dalam masa peningkatan tajam.

"Di Indonesia, kami melihat masih banyak pemain lokal yang memiliki potensi untuk bertumbuh pesat, yang apabila kita dukung dengan teknologi dan kolaborasi informasi seperti ini mampu memaksimalkan potensi dan ekspansi bisnis mereka," jelas Brian dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/11/2019).

Dia memberikan contoh, Tokopedia yang mengantongi investasi senilai USD1,1 miliar (Rp15,4 triliun) dari Alibaba di akhir tahun 2018 dan Bukalapak yang mendapat suntikan dana dari Mirae dan Naver Corp senilai USD50 juta (Rp700 miliar) di kuartal pertama tahun 2019.

Menurut hasil riset Sirclo, penjualan ritel e-commerce Indonesia diperkirakan mencapai USD15 miliar (Rp210,8 triliun) pada 2018 dan akan mencapai USD65 miliar (Rp913,6 triliun) pada 2022.

"Hal ini membuat ritel online yang tadinya hanya menyumbang 8% penjualan total pada tahun 2018, akan menembus 24% di tahun 2022," tambah Brian.

Dia menambahkan, kenaikan jumlah dan nilai investasi di Indonesia paling jelas terlihat pada sektor e-commerce. Sektor ini menyumbang 58% dari total nilai investasi keseluruhan di tahun 2018 atau sekitar USD3 miliar (Rp42 triliun), diikuti sektor transportasi sebesar 38%.

"Hal ini terjadi berkat unicorn e-commerce tanah air seperti Tokopedia dan Bukalapak yang berhasil menarik perhatian berbagai investor luar dan dalam negeri," sebutnya.

Dia memaparkan, melihat data-data internal maupun eksternal, pertumbuhan e-commerce di Indonesia pada tahun 2019 masih sangat positif. Bahkan beberapa tahun mendatang, dapat berkembang menjadi 8 hingga 10 kali lipat.

"Kami berharap adanya laporan e-commerce ini dapat memicu kerja sama yang lebih erat lagi antara penjual ritel, para pemain utama dalam ekosistem e-commerce, dan e-commerce enabler seperti kami untuk mengakselerasikan pertumbuhan," tuturnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bukalapak Ingin Dikenal...
Bukalapak Ingin Dikenal Sebagai E-Commerce Paling Lokal
Tokopedia Cs Sesuaikan...
Tokopedia Cs Sesuaikan Biaya Layanan Penjual, Ini Perbandingannya
Bytedance PHK Pegawai...
Bytedance PHK Pegawai E-Commerce, Imbas Merger?
Data Pengguna Bocor,...
Data Pengguna Bocor, Ketua Asosiasi E-Commerce: Tokopedia adalah Korban
Fitur Sosial Media Ada...
Fitur Sosial Media Ada di Banyak E-Commerce, Apakah Melanggar?
Gara-gara Pandemi, Jutaan...
Gara-gara Pandemi, Jutaan UMKM Banjiri E-Commerce Sebagai Pelapak
Berita Terkini
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 menit yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
2 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
2 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
3 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
3 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
3 jam yang lalu
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved