Wall Street Terseret Sektor Ritel, Dow Jones dan S&P Berakhir Lebih Rendah

Rabu, 20 November 2019 - 08:48 WIB
Wall Street Terseret...
Wall Street Terseret Sektor Ritel, Dow Jones dan S&P Berakhir Lebih Rendah
A A A
NEW YORK - Wall Street mengalami tekanan pada akhir sesi perdagangan, Selasa waktu setempat dimana Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 terseret lebih rendah. Hal ini menyusul pemangkasan proyeksi oleh pelaku sektor ritel yakni Home Depot dan Kohl untuk memicu kekhawatiran tentang pengeluaran konsumen akibat dampak perang dagang berkepanjangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Presiden AS Donald Trump sempat melontarkan ancaman bakal meningkatkan tarif impor China, jika tidak ada kesepakatan yang dicapai dengan Beijing. Saham Home Depot Inc (HD. N) terpantau jatuh 5,4% serta menjadi hambatan terbesar bagi indeks S&P 500, setelah sebelumnya jaringan peritel nomor satu di AS yang menjual alat-alat perbaikan rumah itu memangkas perkiraan penjualan untuk kedua kalinya tahun ini sepanjang 2019.

Selain saham operator Department Store Kohl's Corp (KSS. N) juga merosot 19,5% setelah mengurangi perkiraan laba tahunan hingga penurunan penjualan serta estimasi pendapatan triwulanan. Sementara itu sebelumnya ekspektasi kesepakatan dagang AS-China serta hasil positif sebagian besar laporan pendapatan perusahaan telah memicu reli ekuitas dalam beberapa pekan terakhir yang membantu semua tiga indeks mencapai rekor tertinggi.

Bahkan komposit Nasdaq nyaris memperpanjang rekor pada perdagangan, Selasa usai mencetak keuntungan 0,24%. "Pasar ingin bergerak ke atas, tapi ada terlalu banyak kerikil di jalan," kata Chief Investment Officer untuk Commonwealth Financial Network Brad McMillan di Waltham, Mass. Proyeksi sektor ritel yang melemah muncul saat investor fokus terhadap pengeluaran konsumen sebagai kunci untuk pertumbuhan ekonomi AS.

Tercatat Dow Jones Industrial Average turun 102,2 poin atau 0,36% menjadi 27.934,02 untuk mengiringi pelemahan S&P 500 usai kehilangan1,85 poin yang setara 0,06% hingga menyentuh level 3.120,18. Sementara Komposit Nasdaq mendapatkan tambahan sebesar 20,72 poin atau 0,24% ke posisi 8.570,66.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 jatuh, dengan indeks discretionary konsumen anjlok paling dalam. Indeks ritel S&P 500 juga turun 1,24%. Sektor energi turut mencatatkan persentase penyusutan terbesar usai ambruk 1,5% mengiringi kejatuhan harga minyak mentah dunia seiring munculnya kekhawatiran tentang kelebihan pasokan global dan prospek permintaan karena kurangnya kemajuan dalam konflik perdagangan AS-China.

Investor masih akan mengawasi laporan pendapatan dari peritel lain, termasuk Lowe's cos Inc (LOW. N), Corp (TGT. N) dan Nordstrom Inc (JWN. N) akhir pekan ini. Mereka juga akan mencari rincian lebih lanjut tentang posisi kebijakan moneter Fed dari rilis bank sentral, hasil dari pertemuan kebijakan terbaru pada Rabu. Volume perdagangan bursa saham AS mencapai 6,70 miliar saham dibandingkan dengan rata-rata 6,94 miliar dalam 20 sesi terakhir.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
7 menit yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
28 menit yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
46 menit yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
55 menit yang lalu
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
1 jam yang lalu
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
1 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved