Airlangga Ingin Pangkas Daftar Negatif Investasi Jadi 6 Bidang

Jum'at, 22 November 2019 - 07:22 WIB
Airlangga Ingin Pangkas...
Airlangga Ingin Pangkas Daftar Negatif Investasi Jadi 6 Bidang
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus menggenjot pertumbuhan investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, berencana memangkas Daftar Negatif Investasi (DNI) menjadi 6 bidang usaha, dari saat ini 20 bidang usaha.

Selain itu, Airlangga ingin mengubah istilah DNI menjadi DPI yang berarti Daftar Positif Investasi (DPI). Rencana ini bisa direalisasikan dalam Perpres No. 44 Tahun 2016 yang berlaku per 2020 nanti.

"Tidak lagi menggunakan DNI, tapi daftar putih atau kita sebut daftar positif. Kita akan buat positive list investasi. Jadi yang dilarang secara prinsip itu legalisasi narkotika, perjudian, dan pengembangan senjata kimia. Di luar itu, kita buka untuk bisa masuk kegiatan investasi," terang Airlangga di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Adapun bidang usaha yang masih ditutup untuk penanaman modal ini, yakni ganja, perjudian, industri chlor alkali dengan proses merkuri, penangkapan spesies dalam daftar CITES, pengambilan koral dari alam, dan industri bahan kimia daftar-1 konvensi senjata kimia.

Airlangga juga memastikan pemerintah akan terus memperbaiki iklim investasi di Indonesia. Ia menyebutkan pemerintah telah menyiapkan satuan tugas percepatan investasi, implementasi tax holiday dan super deduction tax, sampai Omnibus Law.

“Pemerintah juga tengah menyiapkan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, yang bertujuan untuk semakin menyederhanakan proses perizinan," jelasnya.

Dia pun menambahkan ada beberapa nilai positif Indonesia yang bisa menjadi destinasi investasi yang menarik. Pertama, stabilitas politik dan ekonomi yang terjaga. Sedangkan lainnya yakni tingkat pertumbuhan ekonomi yang stabil tumbuh dalam lima tahun terakhir.

"Sudah menjadi komitmen Indonesia untuk terus melakukan transformasi struktural yang kemudian menjadi spirit melakukan deregulasi. Itu dengan menjalankan reformasi pajak dan meningkatkan ease of doing bussines," jelasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Hadapi Tantangan Masa...
Hadapi Tantangan Masa Depan, Begini Desain Strategi Investasi RI
Luhut Sebut Indonesia...
Luhut Sebut Indonesia Negara Tujuan Investasi Nomor 4 di Dunia
Menko Luhut: Suka Tidak...
Menko Luhut: Suka Tidak Suka, China Kekuatan Dunia
Menko Luhut Gandeng...
Menko Luhut Gandeng Uni Emirat Arab Produksi 1 Juta Vaksin Corona
Luhut Paparkan Kondisi...
Luhut Paparkan Kondisi Ekonomi dan Iklim Investasi RI di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Perang dengan AS Kian...
Perang dengan AS Kian Memanas, Iran Ancam Hentikan Semua Ekspor Energi dari Timur Tengah
44 menit yang lalu
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
10 jam yang lalu
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
11 jam yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
11 jam yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
11 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
12 jam yang lalu
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved