Harga Minyak Naik Lebih 1% Menyambut Meningkatnya Aktivitas China

Senin, 02 Desember 2019 - 11:27 WIB
Harga Minyak Naik Lebih...
Harga Minyak Naik Lebih 1% Menyambut Meningkatnya Aktivitas China
A A A
SINGAPURA - Harga minyak mentah naik lebih dari 1% pada perdagangan Senin (2/12/2019), menyambut tanda-tanda meningkatnya aktivitas manufaktur China. Negeri Tirai Bambu ini dikenal sebagai importir minyak nomor satu di dunia.

Kebangkitan manufaktur China memberi harapan meningkatnya permintaan akan bahan bakar. Sementara, OPEC dapat meneruskan kebijakan pemangkasan produksi yang akan dibahas pekan ini di Wina, Austria, demi terus menopang harga.

Mengutip dari Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent International naik 74 sen atau 1,2% menjadi USD61,23 per barel pada pukul 01:57 GMT.

Harga minyak acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate naik 86 sen atau 1,6% menjadi USD56,03 per batel, setelah naik lebih dari USD1 pada sesi sebelumnya.

Sebelumnya, pasar minyak sempat khawatir atas dukungan Washington terhadap pemrotes Hong Kong, yang akan mengaburkan negosiasi dagang AS dan China. Perang dagang kedua negara ekonomi terbesar dunia itu, membuat perekonomian dunia melambat dan menurunkan permintaan akan minyak.

Namun, pasar minyak bergairah pada Senin ini, setelah aktivitas pabrik di China kembali menguat. Ini adalah penguatan pertama kalinya dalam tujuh bulan terakhir. Sebagai negara importir minyak terbesar dunia, meningkatnya aktivitas manufaktur China artinya meningkatnya permintaan akan si emas hitam. Langkah stimulus pemerintah China berhasil meningkatkan aktivitas pabrik mereka.

Sementara itu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu-sekutunya termasuk Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, kemungkinan besar kembali memperpanjang pengurangan produksi hingga Juni 2020.

OPEC+ telah mengkoordinasikan untuk selama tiga tahun menyeimbangkan pasar demi mendukung harga. Sejak awal Januari 2019, OPEC+ telah memangkas pasokan hingga 1,2 juta barel per hari. Para menteri OPEC akan bertemu di Wina pada 5 Desember dan membuat keputusan perjanjian pembatasan minyak.

"Semua mata tertuju pada pertemuan OPEC minggu ini," kata Stephen Innes, kepala strategi pasar Asia di AxiTrader.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Minyak Merosot...
Harga Minyak Merosot Usai China Tambah Cadangan di Pasar
China Lockdown Lagi,...
China Lockdown Lagi, Harga Minyak Mentah Terkoreksi
OPEC Pangkas Proyeksi...
OPEC Pangkas Proyeksi Permintaan Global, Harga Minyak Terjungkal
Harga Minyak Hari Ini...
Harga Minyak Hari Ini Naik Tipis, Janji OPEC+ Jadi Katalis
Harga Minyak Menghangat,...
Harga Minyak Menghangat, Merespons Proyeksi Permintaan OPEC
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melompat ke Level Tertinggi
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
6 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
6 jam yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
7 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
10 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
10 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
11 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved