Dolar AS Terpukul Data Manufaktur, Rupiah Mantul ke Rp14.115

Selasa, 03 Desember 2019 - 17:29 WIB
Dolar AS Terpukul Data...
Dolar AS Terpukul Data Manufaktur, Rupiah Mantul ke Rp14.115
A A A
JAKARTA - Dolar Amerika Serikat (USD) pada Selasa (3/12/2019) terpukul oleh sentimen front baru perang dagang, dimana Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif impor logam terhadap Brasil dan Argentina. Menambah ketidakpastian perdagangan global dan investor memilih mata uang safe haven, yen Jepang.

Mata uang George Washington semakin tertekan setelah Institute for Supply Management AS mengumumkan indeks aktivitas manufaktur bulan November, turun 0,2 poin menjadi 48,1. Lebih rendah dari ekspektasi para ekonom yang disurvei Reuters pada angka 49,2. Angka dibawah 50 mengindikasikan kontraksi.

"Data yang lemah memaksa banyak orang untuk melepaskan dolar AS untuk memotong kerugian. Dan gesekan perdagangan tetap menjadi ancaman, tidak baik untuk sentimen pasar," ujar ahli strategi valuta asing Daiwa Securities, Yukio Ishizuki di Tokyo.

Hasil tersebut membuat indeks USD terhadap enam mata uang utama melemah menjadi 97,905. Dolar diperdagangkan melemah terhadap yen Jepang ke level 109,18 yen. Juga jatuh 0,56% terhadap euro menjadi USD1,1075 per euro, penurunan terbesar sejak 17 September.

Penurunan dolar memberi keuntungan bagi mata uang kecintaan kita, rupiah. Data Bloomberg mencatat kurs rupiah pada Selasa (3/12), ditutup menguat 10 poin atau 0,07% ke level Rp14.115 per USD.

Sesi pembukaan, rupiah menguat 7 poin atau 0,05% ke level Rp14.118 per USD, dibanding Senin lalu di Rp14.125 per USD. Sepanjang Selasa ini, rupiah diperdagangkan di level Rp14.115-Rp14.129 per USD.

Seirama, data Yahoo Finance mencatat rupiah pada Selasa petang ini, perkasa 10 poin alias 0,07% ke posisi Rp14.110 per USD, berbanding Rp14.120 per USD pada Senin kemarin. Selasa ini, rupiah bergerak di Rp14.110-Rp14.127 per USD.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sejumlah Sentimen Positif...
Sejumlah Sentimen Positif Ini Dorong Penguatan Rupiah
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Beban Sejarah Defisit...
Beban Sejarah Defisit Perdagangan dan Melemahnya Dolar AS
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Rupiah Berpotensi Berbalik...
Rupiah Berpotensi Berbalik Menguat
Rupiah Diprediksi Kembali...
Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Berita Terkini
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
6 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved