Inovasi Sistem Operational Data Repository, Pertamina EP Terbaik di JCY 2019

Selasa, 03 Desember 2019 - 19:54 WIB
Inovasi Sistem Operational...
Inovasi Sistem Operational Data Repository, Pertamina EP Terbaik di JCY 2019
A A A
JAKARTA - PT Pertamina EP unjuk kemampuan dalam kemampuan berinovasi demi menjalankan strategi perusahaan yang mengikuti perkembangan zaman. Hal ini diperlihatkan dari raihan prestasi pekerja Pertamina EP di ajang Joint Convention Yogyakarta (JCY) 2019.

Perhelatan ini adalah kegiatan yang diselenggarakan Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI), Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi Indonesia (IAFMI), dan Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) dengan tema "Toward Massive Exploration and Maximizing Undeveloped Resources" di Yogyakarta, 25-28 November 2019.

Pemilihan tema kegiatan JCY 2019 memberikan solusi dan langkah konkret dalam upaya meningkatkan eksplorasi dan produksi migas di Indonesia, baik dilihat dari sudut pandang pemangku kebijakan (regulator), para pelaku industri hulu migas (investor/kontraktor), dan akademisi.

Kegiatan JCY 2019 selain berfokus pada pertemuan ilmiah melalui sesi paralel atas makalah oral dan poster presentation, juga menyelenggarakan diskusi panel dan pameran dari berbagai perusahaan di industri pertambangan, perminyakan dan industri geosains, fasilitas produksi dan perminyakan lain.

Salah satu kertas kerja PT Pertamina EP yang berjudul "Reserves and Resources Report Application in Welcoming Industry 4.0 Challenges" didaulat menjadi Peringkat Satu Terbaik. Sementara itu, Reza Alfajri, Production Senior Engineer Pertamina EP Asset 1, berhasil menjadi best presenter 1st place. Penghargaan atas capaian itu diserahkan langsung oleh Ketua IAFMI Taufik Aditiyawarman yang juga menjabat sebagai Direktur Operasi dan Produksi Pertamina Hulu Energi.

Direktur Pengembangan Pertamina EP John H Simamora mengatakan, topik dalam karya tulis yang dibuat Reza dkk membahas mengenai pembuatan aplikasi pelaporan cadangan dan sumber daya di Pertamina EP menjadi salah satu modul pada IT system Operational Data Repository (ODR). Aplikasi ini mulai dibangun sejak 2016 dan telah diimplementasikan pada pelaporan cadangan status 1 Januari 2018 dan 1 Januari 2019.

"Saat ini sudah tersedia data laporan cadangan sejak 2006 sampai dengan 2019 di dalam database aplikasi ini," ujar John melalui keterangan tertulis, Selasa (3/12/2019).

John menjelaskan penerapan aplikasi ini dalam proses bisnis perusahaan memberi beberapa manfaat, yaitu meminimalkan kesalahan manusia, membangun satu sumber data tunggal, dan mengefisienkan waktu yang diperlukan untuk pembuatan laporan cadangan dan sumber daya.

"Aplikasi ini merupakan pionir aplikasi pelaporan cadangan di Direktorat Hulu Pertamina dan menunjukkan bahwa Pertamina EP mampu beradaptasi di era industri 4.0," ujarnya.

Kertas kerja Pertamina EP adalah karya tulis hasil kerja sama tim yang terdiri atas Reza Alfajri, Reservoir Senior Manager Hanief Jauhari Sangasanga Sangatta & Tanjung ICT Asisstant Manager Andar Parulian Hutasoit, Business Solution Assistant Manager Liston Sitanggang, Prabumulih serta Limau Exploitation Manager Sakti Parsaulian Siregar dan Reservoir Engineer Ernita Sembiring Meliala.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PEP Kembali Sabet Predikat...
PEP Kembali Sabet Predikat Best of The Best di APQ Awards 2020
Terapkan Inovasi Dobber,...
Terapkan Inovasi Dobber, Pertamina EP Hasilkan Efisiensi Rp10,7 Miliar
Pertamina EP Boyong...
Pertamina EP Boyong Gelar Best of The Best di UIIA 2020
Pertamina EP Perkenalkan...
Pertamina EP Perkenalkan Inovasi Migas Berkelanjutan ke Unhan
Proyek CO2 Reduction...
Proyek CO2 Reduction Akasia Bagus Dongkrak Produksi Minyak Pertamina EP
Pertamina EP Tampilkan...
Pertamina EP Tampilkan Inovasi Hulu Migas di ADIPEC 2025
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
2 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved