Berlakukan Papan Akselerasi, BEI Bantu UKM dan Startup Masuk Pasar Modal

Kamis, 05 Desember 2019 - 22:38 WIB
Berlakukan Papan Akselerasi,...
Berlakukan Papan Akselerasi, BEI Bantu UKM dan Startup Masuk Pasar Modal
A A A
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan peraturan pencatatan baru untuk perusahaan dengan aset skala kecil dan menengah yang ingin menjadi perusahaan tercatat di BEI, yakni berdasarkan beleid berisikan ketentuan khusus pencatatan saham di Papan Akselerasi. Sebelumnya, papan pencatatan bursa hanya dibagi dua, yaitu Papan Utama dan Papan Pengembangan.

Papan akselerasi adalah wujud peraturan pencatatan baru yang diberlakukan oleh BEI untuk usaha kecil dan menengah (UKM) dan startup digital yang ingin masuk ke pasar modal. Perusahaan yang bisa mencatatkan saham di papan akselerasi adalah perusahaan dengan aset skala kecil yaitu perusahaan yang memiliki total kurang dari Rp50 miliar dan perusahaan dengan aset skala menengah yang memiliki total aset di rentang Rp50 miliar–Rp250 miliar.

"Pasar modal sendiri membantu pengembangan UKM melalui Equity Crowd Funding dan Acceleration Market IDX (Pasar Akselerasi)," ujar Kepala Divisi Inkubasi Bisnis BEI Irmawati Amran di Jakarta, Kamis(5/12/2019).

Irmawati mengatakan bahwa melalui Equity Crowdfunding yang strategis dari Otoritas Jasa Keuangan(OJK), UKM bisa memperoleh bantuan pendanaan sebelum masuk ke akselerasi. Sejauh ini, dari 69 perusahaan, sebanyak 33 perusahaan dinyatakan telah masuk tahap pendaftaran pencatatan saham di papan akselerasi atau road to Initial Public Offering (IPO).

"Equity crowdfunding ini cenderung diisi oleh para sophisticated investors, jadi mereka lebih berfokus pada investasi jangka panjang. Ini menimbulkan risiko likuiditas, karena cenderung tidak likuid," terangnya.

Irmawati menegaskan bahwa Equity Crowdfunding masuk ke pasar modal, tetapi berada di luar bursa. "Syarat pasar akselerasi ini pun lebih mudah daripada pasar pengembangan. Untuk masuk pasar pengembangan, butuh Net Tangible Asset (NTA) setidaknya Rp5 miliar, kalau akselerasi tidak ada syarat aset," terangnya.

Ia menyebutkan bahwa syarat yang ditawarkan pasar akselerasi tersebut akan mempermudah startup digital yang ingin masuk ke pasar modal. "Nature atau karakteristik startup digital itu kan cepat tumbuh dan cepat mati. Aset mereka tergolong intangible, kalau tidak ada pasar akselerasi, akan memakan waktu lama bagi mereka masuk ke pasar modal," ucap Irmawati.

Sambung dia menambahkan, ketika UKM maupun startup sudah masuk ke pasar akselerasi, perusahaan aset skala kecil diberikan waktu 1 tahun untuk transisi GCG dan perusahaan aset skala menengah diberikan waktu 6 bulan. "Untuk tercatat di papan akselerasi, mereka harus memiliki setidaknya 300 pemegang saham publik," ujar Irmawati.

Ketika mereka mulai masuk ke pasar pengembangan, lanjut ia, perusahaan-perusahaan ini akan memperoleh keuntungan berupa capital gain tax sebesar 0,01% dan pasar yang likuid. "Dengan adanya papan akselerasi ini, kami berharap bisa membantu para UKM dan startup melantai di bursa saham, sehingga mereka bisa mendapatkan pendanaan yang tidak terbatas dari pasar modal untuk pengembangan bisnis mereka," tutur Irmawati.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Golden Westindo Siap...
Golden Westindo Siap IPO, Bidik Dana Segar Rp82,28 Miliar
IPO di 2025 Bakal Didominasi...
IPO di 2025 Bakal Didominasi Raksasa, Intip Bocorannya
Aliran Dana IPO Pasar...
Aliran Dana IPO Pasar Modal Tembus Rp53,84 Triliun di Hari Pahlawan
Dapat Restu OJK, GoTo...
Dapat Restu OJK, GoTo Berharap Kantongi Rp15,8 Triliun lewat IPO
Bursa Makin Ramai, hingga...
Bursa Makin Ramai, hingga 25 Agustus 27 Perusahaan Siap IPO
Tak Hanya IPO, BEI Tawarkan...
Tak Hanya IPO, BEI Tawarkan Alternatif Pendanaan Lain ke BUMN
Berita Terkini
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
35 menit yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
45 menit yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
1 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
2 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
2 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
3 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved