Resmikan Pabrik Pertrokimia, Jokowi Minta Impor Terus Ditekan

Jum'at, 06 Desember 2019 - 13:26 WIB
Resmikan Pabrik Pertrokimia,...
Resmikan Pabrik Pertrokimia, Jokowi Minta Impor Terus Ditekan
A A A
CILEGON - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini meresmikan pabrik petrokimia Chadra Asri di Cilegon. Jokowi berharap dengan beroperasinya pabrik tersebut dapat menekan impor yang membebani neraca perdagangan Indonesia.

"Karena barang-barang yang kita produksi di dalam negeri bahan bakunya kebanyakan masih impor. Termasuk di dalamnya adalah yang paling besar adalah petrokimia dan juga yang namanya impor minyak dan gas, yang paling besar yang memberatkan neraca perdagangan kita," paparnya di Pabrik Chandra Asri Cilegon, Jumat (5/12/2019).

Jokowi menyebut di tahun 2018 neraca perdagangan petrokimia masih defisit Rp193 triliun. Dimana ekspor petrokimia sebesar Rp124 triliun, sementara impornya mencapai Rp317 triliun. Menurutnya ini adalah angka yang cukup besar dan harus diselesaikan.

"Sehingga kenapa kita berikan yang namanya tax holiday, tax allowance, untuk bidang ini karena kita masih defisit Rp193 triliun. Untuk apa? Kita bisa membuat, kenapa harus impor. Yang seperti ini satu per satu akan saya lebih detailkan dan akan kita selesaikan," tuturnya.

Sementara untuk jenis petrokimia yang diproduksi Chandra Asri adalah jenis polyethylene. Menurut Jokowi kebutuhan terhadap polyethylene Indonesia mencapai 2,3 juta ton per tahun. Sementara kapasitas produksi nasional baru 780.000 ton sehingga Indonesia masih harus mengimpor 1,52 juta ton per tahun.

"Ini masih gede banget ini. Saya juga baru baca ini tadi, gede banget ternyata, 2,3 juta ton dan impor kita masih 1,52 juta ton per tahunnya. Dan nilai impor Rp22,8 triliun per tahun," paparnya.

Jokowi pun mendorong agar pembangunan pabrik kedua Chandra Asri segera dilakukan. Menurutnya potensi pasar yang besar ini jangan diberikan ke negara lain."Segera selesaikan pabriknya. Kalau bisa jangan sampai empat tahun, dua tahun selesai gitu. Dikebut," tegasnya. Dia berharap pabrik seperti ini dapat terus tumbuh di dalam negeri. Dengan begitu, impor petrokimia bisa benar-benar dihentikan.

"Kita harapkan bahwa investasi penanaman modal yang terus menerus di bidang ini harus terus kita berikan ruang. Agar nantinya yang namanya impor bahan-bahan petrokimia itu betul-betul stop dan kita justru bisa mengekspornya," ujar Jokowi.

Presiden juga menyebutkan jika investasi petrokimia terus digenjot, maka ekspor bisa dilakukan dalam beberapa tahun ke depan. Jokowi bahkan optimis dalam waktu 4-5 tahun Indonesia tidak perlu mengimpor petrokimia.

"Tadi saya melihat di layar bahwa Chandra Asri nanti masih akan investasi lagi Rp60-80 triliun. Yang itu tentu saja akan menghasilkan produk dengan ton yang saya pastikan pasti ratusan ribu ton atau bahkan juta ton. 4 juta ton. Artinya sisanya mesti diekspor," ujar dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku senang karena selain bisa menekan impor, pembangunan pabrik dapat menciptakan lapangan kerja. Terutama bagi masyarakat di Cilegon

"Pembukaan lapangan kerja yang sebesar-besarnya yang akan membantu dan berkontribusi dalam menggerakkan roda ekonomi tidak hanya di Cilegon dan Banten saja tetapi juga perekonomian nasional kita," ujarnya.

Presiden Direktur Chandra Asri Erwin Ciputra mengatakan bahwa besaran investasi pabrik ini mencapai USD300 juta. Dia pun menyampaikan terima kasih kepada pemerintah terkait insentif pajak yang diberikan. "Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah selama ini tax incentive, tax holiday yang sangat berguna mendatangkan investasi," ungkapnya.

Pabrik baru ini memiliki kapasitas produksi polyethylene sebesar 400.000 ton. Ini menjadikan kapasitas produksi total Chandra Asri mencapai 736.000 ton per tahun. Polyethylene digunakan untuk bahan baku pendukung infrastruktur, pipa air, kabel kistrik, kemasan makanan, peralatan rumah tangga dan lainya.

"Semua untuk kebutuhan dalam negeri. Pasar petrokimia masih dipasok produk impor. Hasil produksi ini akan menjadi subtitusi impor sehingga bisa menghemat Rp8 triliun devisa per tahun," pungkasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Chandra Asri Raih Fasilitas...
Chandra Asri Raih Fasilitas Balloon Payment Rp3,5 Triliun dari BNI
Dukung Pasokan Industri...
Dukung Pasokan Industri Petrokimia Nasional, BRI Jalin Kerja Sama dengan Chandra Asri
Chandra Asri Raih Investasi...
Chandra Asri Raih Investasi hingga Rp24,4 Triliun dari Thaioil
Naik 13 Persen, Chandra...
Naik 13 Persen, Chandra Asri Bukukan Pendapatan USD677 Juta
Jalan Aspal Plastik...
Jalan Aspal Plastik di Bali Jadi Showcase Nasional lewat Kolaborasi Multipihak
Perkuat Industri Petrokimia,...
Perkuat Industri Petrokimia, Mandiri dan Chandra Asri Teken Fasilitas Kredit Rp5 Triliun
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
3 menit yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
6 menit yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
52 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
1 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
2 jam yang lalu
Infografis
4 Presiden Indonesia...
4 Presiden Indonesia Lahir Bulan Juni, Soekarno hingga Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved