Investasi Melempem, BI Sebut Investor Masih Wait and See

Selasa, 10 Desember 2019 - 10:44 WIB
Investasi Melempem,...
Investasi Melempem, BI Sebut Investor Masih Wait and See
A A A
LABUAN BAJO - Bank Indonesia (BI) membeberkan sederet alasan, kenapa nilai investasi di Indonesia masih minim. Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM) Bank Indonesia, Endy Dwi Tjahjono menyebutkan perilaku investor yang masih menunggu momen tepat dalam berinvestasi (wait and see) menjadi salah satu penyebabnya.

Pasalnya April 2019 lalu, adanya Pemilihan Umum (Pemilu) serentak untuk mengetahui pemimpin negara. Ketika telah mengetahui sosok yang menjadi presiden, justru investor tetap bertindak wait and see.

"Investasi masih melambat terutama terkait prolog investor wait and see. Waktu awal-awal 2019, mereka wait and see nunggu Pemilu. Siapa yang akan menjadi pemenang. Setelah ada presiden pemenang, mereka menunggu menterinya siapa," ujar Endy ditemui dalam acara Pelatihan Wartawan BI, Labuan Bajo, NTT, Selasa (10/12/2019).

Alasan lainnya, yakni para investor menantikan sosok para kabinet kerja presiden periode kedua. Nyatanya setelah diumumkan, investor tetap belum tertarik untuk berinvestasi ke Indonesia.

"Setelah menterinya diangkat, mereka menunggu programnya seperti apa. Nah ini memang jadi ada prolog wait and see. Kita lihat masih ada sampai saat ini. Mudah-mudahan ke depan ini akan menurun," lanjut dia.

Beberapa data dari berbagai sumber, memang memverifikasi tentang investor yang masih wait and see, terutama jika dilihat dari indeks tendensi bisnis itu masih terus menurun. "Terutama dari komponen profit-profit korporat masih terus menurun. Minat investasi korporasi juga menurun dilihat dari pengeluaran capex masih tertunda," ucapnya.

Selain itu, pemberitaan mengenai situasi perdagangan luar negeri antara AS dan China, masih belum menunjukkan perbaikan sehingga memang berbagai hal itu juga mendorong pengusaha untuk wait and see. Oleh karena itu, pemerintah berharap pada tahun 2020 mendatang, investor mulai bergairah kembali, khususnya di segmen properti dan bio energi.

"Kita harapkan 2020 bisa membaik, terutama dari sektor properti. Kita harapkan yang sekarang sudah menggeliat, ke depan kita harapkan lebih menggeliat. Pembangunan smelter sudah dilakukan berbagai daerah dari Morowali, dan juga bio listrik," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
60 Persen Investasi...
60 Persen Investasi di Indonesia Datangkan Cuan, Airlangga Ungkap Pembeda dengan Negara Lain
Mengupas Efek Positif...
Mengupas Efek Positif UU Cipta Kerja kepada Realisasi Investasi Indonesia
Pengusaha: Iklim Investasi...
Pengusaha: Iklim Investasi Indonesia Belum Semenarik Negara ASEAN Lain
Pemerintah Terus Perbaiki...
Pemerintah Terus Perbaiki Iklim Investasi di Indonesia
Investasi Internasional...
Investasi Internasional Indonesia Turun ke Angka USD265 Miliar
Konsumen Optimistis...
Konsumen Optimistis Kegiatan Investasi Meningkat di Semester I-2021
Berita Terkini
Purbaya soal Dugaan...
Purbaya soal Dugaan Markup Pikap Kopdes Merah Putih: Lolos Audit Baru Saya Bayar
7 menit yang lalu
Bittime Kantongi Izin...
Bittime Kantongi Izin Perdagangan Futures Pertama di Era Pengawasan Kripto OJK
32 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp20.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya Hari Ini
41 menit yang lalu
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
1 jam yang lalu
Resmi, Pertamina Turunkan...
Resmi, Pertamina Turunkan Harga LPG Bright Gas Mulai 14 Juli
2 jam yang lalu
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
3 jam yang lalu
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved