Kemenhub: Antisipasi Cuaca Ekstrem di Liburan Natal-Tahun Baru
Sabtu, 14 Desember 2019 - 08:46 WIB
Kemenhub: Antisipasi Cuaca Ekstrem di Liburan Natal-Tahun Baru
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperingatkan agar masyarakat yang akan melakukan perjalanan libur Natal dan Tahun Baru mengantisipasi cuaca ekstrem. Selain itu, masyarakat diminta menggunakan moda transportasi yang aman untuk menghindari kecelakaan lalu lintas.
Imbauan tersebut disampaikan mengingat akhir-akhir ini cuaca sudah mulai memasuki musim hujan. Hal ini menjadi perhatian karena pergerakan masyarakat selama liburan Natal dan Tahun Baru diperkirakan cukup signifikan, yakni 16,4 juta orang.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar masyarakat memilih transportasi yang aman. Selain itu,masyarakat hendaknya tidak melalukan perjalanan jauh menggunakan sepeda motor karena rentan kecelakaan,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta kemarin.
Kemenhub sebelumnya memperkirakan musim perjalanan liburan akhir tahun akan mencapai puncaknya pada 20-24 Desember 2019. Adapun puncak arus balik pada 29-31 Desember 2019.
Guna kelancaran dan kenyamanan saat musim liburan Natal dan Tahun Baru,Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga meminta agar semua stakeholders menyiapkan semua hal menjelang musim liburan.
“Saya ingin memastikan, mengecek, yang pertama mengenai ketersediaan dan stabilitas harga pangan serta bahan pokok agar terjaga dengan baik. Saya ingin pasokan dan distribusi berjalan lancar,” kata Presiden saat membuka rapat terbatas di kantornya kemarin.
Selain pasokan bahanpangan, Presiden juga meminta agar masalah transportasi menjadi perhatian, termasuk pasokan bahan bakar minyak (BBM). Lebih lanjut Presiden memerintahkan jajarannya untuk memberikan rasa aman di tengah-tengah masyarakat. Dia meminta TNI, Polri, dan BIN bersinergi melakukan tindakan pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
“Kita juga harus terus memperkuat nilai-nilai toleransi, kerukunan, nilai-nilai persaudaraan di antara sesama anak bangsa sehingga menjelang Natal dan Tahun Baru kenyamanan, rasa aman masyarakat bisa kita hadirkan,” ungkapnya.
Terkait imbauan keselamatan transportasi, Kemenhub mengaku telah melakukan berbagai persiapan, dari uji petik prasarana transportasi,pengecekan personel yang akan bertugas, hingga antisipasi cuaca buruk di pelabuhan penyeberangan.
Direktur Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Chandra Rawan, menjelaskan, beberapa hal yang diantisipasi memasuki masa angkutan Natal dan Tahun Baru ialah perihal kepadatan kendaraan setelah beroperasinya tol trans-Sumatera sepanjang 325 km.“Ini terutama kepadatan didepan pelabuhan. Makanya penerapan e-ticket harus terus disosialisasikan sehingga masyarakat terbiasa dengan uang elektronik,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kemacetan, Kemenhub juga mengatur pelarangan beroperasinya angkutan barang berdasarkan tiga fase. Pertama, mulai 20-21 Desember 2019. Fase kedua 25 Desember 2019 dan fase ketiga pada 31 Desember2019-1 Januari 2020.
Untuk pengamanan selama Natal dan Tahun Baru, Polri menyiapkan 198.807 personel gabungan yang terdiri atas TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Dishub. (Ichsan Amin/Dita Angga/Helmi Syarif)
Imbauan tersebut disampaikan mengingat akhir-akhir ini cuaca sudah mulai memasuki musim hujan. Hal ini menjadi perhatian karena pergerakan masyarakat selama liburan Natal dan Tahun Baru diperkirakan cukup signifikan, yakni 16,4 juta orang.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar masyarakat memilih transportasi yang aman. Selain itu,masyarakat hendaknya tidak melalukan perjalanan jauh menggunakan sepeda motor karena rentan kecelakaan,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta kemarin.
Kemenhub sebelumnya memperkirakan musim perjalanan liburan akhir tahun akan mencapai puncaknya pada 20-24 Desember 2019. Adapun puncak arus balik pada 29-31 Desember 2019.
Guna kelancaran dan kenyamanan saat musim liburan Natal dan Tahun Baru,Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga meminta agar semua stakeholders menyiapkan semua hal menjelang musim liburan.
“Saya ingin memastikan, mengecek, yang pertama mengenai ketersediaan dan stabilitas harga pangan serta bahan pokok agar terjaga dengan baik. Saya ingin pasokan dan distribusi berjalan lancar,” kata Presiden saat membuka rapat terbatas di kantornya kemarin.
Selain pasokan bahanpangan, Presiden juga meminta agar masalah transportasi menjadi perhatian, termasuk pasokan bahan bakar minyak (BBM). Lebih lanjut Presiden memerintahkan jajarannya untuk memberikan rasa aman di tengah-tengah masyarakat. Dia meminta TNI, Polri, dan BIN bersinergi melakukan tindakan pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
“Kita juga harus terus memperkuat nilai-nilai toleransi, kerukunan, nilai-nilai persaudaraan di antara sesama anak bangsa sehingga menjelang Natal dan Tahun Baru kenyamanan, rasa aman masyarakat bisa kita hadirkan,” ungkapnya.
Terkait imbauan keselamatan transportasi, Kemenhub mengaku telah melakukan berbagai persiapan, dari uji petik prasarana transportasi,pengecekan personel yang akan bertugas, hingga antisipasi cuaca buruk di pelabuhan penyeberangan.
Direktur Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Chandra Rawan, menjelaskan, beberapa hal yang diantisipasi memasuki masa angkutan Natal dan Tahun Baru ialah perihal kepadatan kendaraan setelah beroperasinya tol trans-Sumatera sepanjang 325 km.“Ini terutama kepadatan didepan pelabuhan. Makanya penerapan e-ticket harus terus disosialisasikan sehingga masyarakat terbiasa dengan uang elektronik,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kemacetan, Kemenhub juga mengatur pelarangan beroperasinya angkutan barang berdasarkan tiga fase. Pertama, mulai 20-21 Desember 2019. Fase kedua 25 Desember 2019 dan fase ketiga pada 31 Desember2019-1 Januari 2020.
Untuk pengamanan selama Natal dan Tahun Baru, Polri menyiapkan 198.807 personel gabungan yang terdiri atas TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Dishub. (Ichsan Amin/Dita Angga/Helmi Syarif)
(nfl)
Lihat Juga :