Endus Indikasi Pelanggaran Ekspor Nikel, Menko Luhut Libatkan KPK

Selasa, 17 Desember 2019 - 20:11 WIB
Endus Indikasi Pelanggaran...
Endus Indikasi Pelanggaran Ekspor Nikel, Menko Luhut Libatkan KPK
A A A
TANZANIA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan menyatakan KPK dilibatkan untuk melakukan pencegahan, jika memang diduga ada pelanggaran maka KPK harus menangkap pelaku penyelundupan. Selain itu dilibatkan juga TNI serta Dirjen Bea dan Cukai untuk mencegah adanya ekspor nikel, didasarkan pada laporan terjadinya ekspor nikel dalam jumlah dan kadar melebihi yang telah ditetapkan pemerintah.

“Jadi program pencegahan bisa kita lakukan sampai jutaan dolar. Dan saya ikutkan KPK supaya ikut dalam pencegahan, sekaligus bisa melakukan penindakan kalau itu diperlukan,” ujar Menko Luhut.

Kebijakan Menko ini didasarkan pada laporan terjadinya ekspor nikel dalam jumlah dan kadar melebihi yang telah ditetapkan pemerintah. KPK dan semua pihak terkait menjadi relevan untuk diikutsertakan karena pelanggaran di atas dapat berujung pada kerugian negara.

“Karena laporan yang kita terima biasanya ekspor 1 bulan itu 30 kapal, sekarang sudah hampir 130 kapal (per bulan). Ini angka yang sangat masif dan itu berpotensi merugikan negara. Kalau KPK menemukan manipulasi bahwa dari kadar di bawah 1,7% yang dia laporkan ternyata (kenyataannya) dia kirim (nikel) dengan kadar lebih dari 1,7%, itu kan sudah merugikan negara. Berapa selisih harganya dia yang kadar 1,7% dengan harga yang 1,8% atau lebih tadi dan melebihi kuota yang ditentukan,” jelas Menko Luhut

Tidak hanya KPK, tapi semua K/L terkait dikoordinasikan oleh Menko Maritim dan Investasi tersebut. “Semua kita periksa karena ternyata ditemukan ada indikasi penyelewengan yang besar. Oleh karena itu kita libatkan KPK, kita libatkan TNI-AL, Bakamla, dan Kementerian Perhubungan karena itu banyak di laut untuk menangani ini. Rapat terpadu sebelumnya sudah juga dihadiri oleh Menteri ESDM, Menteri Perhubungan, TNI-AL, BKPM, Bakamla, Bea Cukai, Menteri Perdagangan, dan KPK,” jelas Menko Luhut.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Awas, Sanksi Luhut Mengancam...
Awas, Sanksi Luhut Mengancam Perusahaan Nakal Tak Patuh Harga Patokan Biji Nikel
Pemerintah Terima Bantuan...
Pemerintah Terima Bantuan Oksigen dari Perusahaan Smelter Nikel VDNI-OSS
Tesla Disebut Dekati...
Tesla Disebut Dekati Indonesia untuk Pengembangan Baterai Mobil Listrik
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Luhut: Jangan Terlena...
Luhut: Jangan Terlena Lokasi Strategis, Kebesaran Wilayah hingga SDA Melimpah
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
3 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
Johan Budi, Mantan Jubir...
Johan Budi, Mantan Jubir KPK Diangkat Jadi Komisaris Transjakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved