Sri Mulyani Optimistis Defisit APBN Mengecil hingga Akhir Tahun
Kamis, 19 Desember 2019 - 21:03 WIB
Sri Mulyani Optimistis Defisit APBN Mengecil hingga Akhir Tahun
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani optimistis defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) akan sedikit membaik hingga akhir tahun 2019. Hal itu jika melihat dari kinerja pendapatan negara yang diklaim tumbuh 1,6% per 13 Desember 2019.
"Defisit anggaran akan bergerak pada kisaran 2,2% terhadap PDB di ujung tahun ini," ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (19/12/2019).
Sambung dia menambahkan, kemungkinan defisit akan turun ke 2,21% hingga 2,22%, jadi tidak mendekati 2,3% terhadap PDB. "Hal ini karena adanya perbaikan tren dari pendapatan negara,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi defisit APBN sebesar Rp368,9 triliun hingga akhir November 2019. Angka itu setara dengan 2,29% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka defisit ini mengalami peningkatan bila dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp279,7 triliun atau 1,89% terhadap PDB.
Adapun target awal pemerintah, defisit APBN tahun ini sebesar 1,84% dari PDB. Diterangkan pelebaran defisit terjadi karena kondisi global yang diliputi ketidakpastian, terutama faktor harga komoditas ekspor andalan, seperti batu bara dan CPO, yang cenderung rendah sepanjang tahun. Hal tersebut membuat penerimaan negara menjadi tertekan.
"Defisit anggaran akan bergerak pada kisaran 2,2% terhadap PDB di ujung tahun ini," ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (19/12/2019).
Sambung dia menambahkan, kemungkinan defisit akan turun ke 2,21% hingga 2,22%, jadi tidak mendekati 2,3% terhadap PDB. "Hal ini karena adanya perbaikan tren dari pendapatan negara,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi defisit APBN sebesar Rp368,9 triliun hingga akhir November 2019. Angka itu setara dengan 2,29% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka defisit ini mengalami peningkatan bila dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp279,7 triliun atau 1,89% terhadap PDB.
Adapun target awal pemerintah, defisit APBN tahun ini sebesar 1,84% dari PDB. Diterangkan pelebaran defisit terjadi karena kondisi global yang diliputi ketidakpastian, terutama faktor harga komoditas ekspor andalan, seperti batu bara dan CPO, yang cenderung rendah sepanjang tahun. Hal tersebut membuat penerimaan negara menjadi tertekan.
(akr)
Lihat Juga :