Bisa Berdampak ke Rupiah, Gubernur BI Awasi Utang Luar Negeri

Kamis, 19 Desember 2019 - 23:11 WIB
Bisa Berdampak ke Rupiah,...
Bisa Berdampak ke Rupiah, Gubernur BI Awasi Utang Luar Negeri
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia mencatat utang luar negeri (ULN) pada Oktober 2019 mencapai USD400,6 miliar, nilai ini setara dengan Rp5.608 triliun. Utang tersebut terdiri dari ULN sektor publik, yaitu pemerintah dan bank sentral sebesar USD202 miliar dan ULN sektor swasta sebesar USD198,6 miliar.

Jumlah ULN tersebut tumbuh 11,9% dibandingkan periode bulan sebelumnya. Karena itu, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap perkembangan ULN, karena bisa berdampak negatif terhadap nilai tukar rupiah.

Perry menjelaskan bahwa utang luar negeri terbagi menjadi tiga kelompok. Pertama, utang dengan besarnya defisit fiskal, lantaran dikendalikan oleh pemerintah.

"Kalau dikendalikan, maka utang pemerintah akan terkendali. Karena sebagiannya untuk membiayai defisit fiskal," terang Perry di Jakarta, Kamis (19/12/2019). Baca: Utang Luar Negeri Capai USD400,6 Miliar pada Oktober 2019

Faktor kedua adalah ULN perbankan yang dikendalikan oleh BI berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Utang bank dalam jangka pendek, tidak boleh lebih dari 30% dari modal. "Kalau dalam jangka diatas satu tahun, harus dapat izin dari BI," terangnya.

Ketiga yaitu utang korporasi dan lembaga keuangan non bank. Dalam peraturan BI, pihak swasta diperbolehkan melakukan ULN sebagai manajemen risiko, atau melakukan kewajiban lindung nilai (hedging), dan memitigasi risiko likuiditas dan kredit. "Jadi kalau risikonya aman, ya bisa," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perry Warjiyo Beberkan...
Perry Warjiyo Beberkan Faktor Apa Saja yang Buat Rupiah Masih Perkasa
Utang Luar Negeri Membengkak,...
Utang Luar Negeri Membengkak, Awas Tekanan Hebat ke Nilai Tukar Rupiah
Rupiah Sentuh Level...
Rupiah Sentuh Level Rp14.017 per USD, Perry Warjiyo Sebut Masih Kemurahan
Rupiah Sempat Sentuh...
Rupiah Sempat Sentuh Rp16.560 per USD, Perry Warjiyo: Hari Ini Kami Bisa Stabilkan
Jaga Agar Rupiah Tak...
Jaga Agar Rupiah Tak Keok, Perry Warjiyo Ungkap Jurus BI
Bos BI Perry Warjiyo...
Bos BI Perry Warjiyo Punya 'Jamu' untuk Obati Pelemahan Rupiah
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
1 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
1 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
1 jam yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
2 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
2 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Prabowo ke Luar Negeri,...
Prabowo ke Luar Negeri, Indonesia Dipimpin Gibran selama Dua Minggu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved