Hasilkan Tarif Premi Lebih Akurat, AAJI Luncurkan Tabel Mortalitas IV

Jum'at, 20 Desember 2019 - 01:43 WIB
Hasilkan Tarif Premi...
Hasilkan Tarif Premi Lebih Akurat, AAJI Luncurkan Tabel Mortalitas IV
A A A
JAKARTA - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Persatuan Aktuaris Indonesia, PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) dan University of Waterloo (READI Project), meluncurkan Tabel Mortalitas IV (TMI IV) sebagai referensi data bagi para aktuaris di industri asuransi dalam menghasilkan tarif premi lebih akurat, sesuai dengan gambaran masyarakat masa kini.

Hal ini bertujuan untuk kepentingan nasabah yang lebih baik dan sebagai hal mendasar dalam menetapkan strategi pengelolaan dana yang diterima dari nasabah.

Dikembangkan dengan menggunakan optimalisasi teknologi atau perangkat lunak R dan Phyton, TMI IV diluncurkan setelah TMI sebelumnya dirilis pada tahun 2011.

"Kami merasa gembira dan bangga atas pencapaian AAJI yang berhasil melakukan kolaborasi yang apik dengan beberapa pihak, untuk dapat menyusun Tabel Mortalitas Indonesia IV (TMI IV) ini yang mencerminkan tingkat mortalitas masyarakat di Indonesia," ujar Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon di Jakarta, Kamis (19/12/2019).

Budi berharap TMI IV ini bermanfaat bagi para aktuaris perusahaan asuransi dalam menetapkan tarif premi yang akurat dan wajar kepada masyarakat Indonesia. Sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Pihak AAJI juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah berperan dalam penyusunan TMI IV ini, yaitu OJK sebagai penghubung antara perusahaan asuransi dan tim penyusun, PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) dan University of Waterloo (READI Project) yang melakukan proses cleansing dan validasi, serta analisis data.

"Apresiasi juga kami berikan kepada seluruh perusahaan asuransi jiwa anggota AAJI yang telah berpartisipasi menyusun TMI IV, karena hal ini sejalan dengan transformasi bisnis yang dilakukan di industri asuransi jiwa, yang tujuannya memajukan industri dan turut meningkatkan kesejahteraan nasabah dan tentunya masyarakat Indonesia pada umumnya," lanjut Budi.

Ketua Persatuan Aktuatis Indonesia, Fauzi Arfan, mengatakan setelah rentang waktu 8 tahun, pihaknya di industri asuransi merasa ini merupakan saat tepat untuk melakukan pengkinian data terkait tingkat mortalitas, dalam upaya meningkatkan kualitas dan akurasi dalam penghitungan premi bagi aktuaris.

"TMI IV menggunakan eksposur data lebih besar atau 52 perusahaan asuransi jiwa, dibandingkan dengan TMI 2011 yang hanya 40 perusahaan, serta menggunakan teknologi perangkat lunak R dan Phyton untuk proses cleansing dan validasi, serta disajikan dengan mudah dipahami dengan akurasi data berkualitas," ungkap Fauzi.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Manulife Peduli Kesehatan...
Manulife Peduli Kesehatan Nasabah
Asosiasi Pengendara...
Asosiasi Pengendara Ojol Tolak Wacana Asuransi Wajib untuk Kendaraan
Duh, OJK Sebut Tingkat...
Duh, OJK Sebut Tingkat Inklusi Literasi Sektor Asuransi di Indonesia Memprihatinkan
Kalah Lagi oleh Vietnam,...
Kalah Lagi oleh Vietnam, Penetrasi Asuransi Indonesia Cuma 2%
OJK Kasih Izin Asuransi...
OJK Kasih Izin Asuransi Dijual Online, 6 Perusahaan Kantongi Restu
OJK Beberkan 3 Tantangan...
OJK Beberkan 3 Tantangan Utama Industri Asuransi Tahun Depan
Berita Terkini
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
1 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
1 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
2 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
3 jam yang lalu
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
4 jam yang lalu
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
5 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved