Akuisisi Permata oleh Bangkok Bank Positif untuk Industri Perbankan

Jum'at, 20 Desember 2019 - 05:47 WIB
Akuisisi Permata oleh...
Akuisisi Permata oleh Bangkok Bank Positif untuk Industri Perbankan
A A A
JAKARTA - Keputusan PT Astra International Tbk (Astra) dan Standard Chartered Bank (StanChart) untuk melepas kepemilikan sahamnya di PT Bank Permata Tbk kepada Bangkok Bank Public Company Limited, dinilai sejumlah analis sangat positif bagi industri perbankan. Masuknya raksasa finansial asal Thailand itu membuat sektor perbankan Indonesia didukung oleh pemodal-pemodal besar di dunia.

"Penjualan saham PermataBank ke Bangkok Bank membuat sektor finansial, khususnya perbankan memiliki dukungan modal besar. Di luar bank BUMN, pemegang saham bank besar di Indonesia adalah raksasa finansial dunia," jelas Kepala Riset PT Koneksi Kapital, Marolop Alfred Nainggolan, menanggapi akuisisi PermataBank oleh Bangkok Bank, Kamis (19/12/2019).

Sejumlah bank besar di Indonesia mayoritas memiliki mitra strategis dari lembaga keuangan asing. Misalnya, OCBC NISP dengan pemodal Singapura, Bank BTPN dengan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) asal Jepang dan Bank Danamon yang telah diakuisisi oleh Mitsubishi UFJ Financial Group, Inc. (MUFG).

Bank BTPN kemudian merger dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBC Indonesia) yang juga dimiliki oleh SMBC pada Februari 2019. Bank Danamon juga merger dengan Bank Parahyangan yang sebelumnya sudah diakuisisi MUFG pada Mei 2019 lalu.

"Masuknya Bangkok Bank tentu akan mendorong proses konsolidasi perbankan Indonesia. Langkah ini sejalan dengan strategi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan bagus buat industri perbankan nasional," ujar Marolop.

Lebih jauh Marolop menyatakan, dengan dukungan finansial yang kuat, PermataBank dapat mengakselerasi bisnisnya dengan lebih kuat dan lebih siap untuk berkompetisi di industri finansial yang makin ketat saat ini.

"Hubungan PermataBank dengan Astra Group yang akan tetap terjaga pasca akuisisi, juga akan menjadi salah satu faktor penguat bagi bank ini di masa depan. Bangkok Bank dengan pengalamannya tentu punya strategi yang sudah teruji. Apalagi masyarakat Indonesia dan Thailand memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda," imbuhnya.

Bangkok Bank telah sepakat menandatangani perjanjian pembelian saham bersyarat dengan Standard Chartered dan Astra untuk mengakuisisi total 89,12% kepemilikan sahamnya di PermataBank. Transaksi disepakati 1,77 kali lipat dari nilai buku Permata pada 30 September 2019, dengan harga pembelian indikatif Rp1.498 per saham.

Sebagai salah satu bank tertua di negara Gajah Putih, Bangkok Bank memiliki jaringan internasional di 14 negara dengan pinjaman internasional melalui jaringan ini menyumbang 17% dari total pinjaman Bank. Sampai September 2019, total aset Bangkok Bank mencapai USD140 miliar atau lebih dari Rp1.400 triliun. Sebagai perbandingan, BRI sebagai bank dengan aset terbesar di Indonesia per 30 September 2019 memiliki aset Rp1.305 triliun.

Selama bertahun-tahun, Bangkok Bank telah mengadopsi strategi menghubungkan kawasan Asia untuk mendukung klien melakukan ekspansi ke luar negeri, dan jaringan internasional Bangkok Bank telah menjadi faktor penting dalam keberlanjutan pertumbuhan bisnisnya.

Sithi-Amnuai, Chairman Bangkok Bank, mengatakan ekspansi internasional merupakan strategi utama pihaknya. Indonesia khususnya adalah fokus utama bagi Bangkok Bank.

"Indonesia adalah salah satu ekonomi utama yang tumbuh paling cepat di Asia dengan fundamental makroekonomi yang sangat mendukung, demografi yang menguntungkan, dan dengan peningkatan integrasi regional ASEAN," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (12/12).

Chartsiri Sophonpanich, Presiden Direktur Bangkok Bank, menambahkan "Berdasarkan pengalaman langsung kami di Indonesia dan pemahaman mendalam tentang sektor perbankan, kami meyakini sektor perbankan Indonesia siap untuk terus tumbuh dan tetap mempertahankan marjin yang sehat."
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diakusisi Bangkok Bank,...
Diakusisi Bangkok Bank, Bank Permata Perkuat Kinerja
Menanti Kiprah Penyatuan...
Menanti Kiprah Penyatuan PermataBank dengan Bangkok Bank
Bank Permata Naik Jadi...
Bank Permata Naik Jadi BUKU 4 Akhir Tahun 2020
PermataBank Umumkan...
PermataBank Umumkan Kemitraan dengan M&C Saatchi Indonesia
Industri Perbankan China...
Industri Perbankan China Memburuk, 40 Bank bangkrut
Kasus Perbankan Bisa...
Kasus Perbankan Bisa Berdampak Sistemik, Jangan Sampai Pengaruhi Nasabah
Berita Terkini
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
11 menit yang lalu
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
52 menit yang lalu
Penetapan Pemasok Batu...
Penetapan Pemasok Batu Bara PLTU Jadi Kewenangan Penuh Ditjen Minerba
1 jam yang lalu
APBN Semester I 2026...
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
1 jam yang lalu
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
3 jam yang lalu
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
3 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved