Harga Minyak Stabil di Level USD60 per Barel Jelang Perjanjian AS-China
Senin, 23 Desember 2019 - 13:42 WIB
Harga Minyak Stabil di Level USD60 per Barel Jelang Perjanjian AS-China
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak mentah stabil pada perdagangan Senin (23/12/2019), setelah naik tiga pekan. Stabilnya harga minyak menyambut optimisme Amerika Serikat dan China, yang akan meneken perjanjian perdagangan fase pertama, demi mengakhiri perang tarif. Presiden AS, Donald Trump mengatakan perjanjian akan ditandatangani dalam waktu "segera".
Melansir dari Reuters, harga minyak Brent turun tipis 4 sen ke level USD66,10 per barel pada pukul 01.00 GMT, dan harga minyak acuan AS, West Texas Intermediate juga melemah tipis 4 sen menjadi USD60,40 per barel.
Menjelang kesepakatan fase pertama, harga minyak mentah stabil di level USD60-an per barel. Dan perjanjian kesepakatan fase pertama ini diharap bisa mengakhir perang dagang yang telah berlangsung berbulan-bulan, mengirim gelombang kejutan terhadap pasar keuangan dan pertumbuhan ekonomi global.
Dengan perjanjian fase pertama, AS akan mengurangi beberapa tarif barang impor dari China. Sebagai imbalan, China akan membeli produk pertanian AS yang akan ditandatangani pada Januari mendatang.
"Kami baru saja mencapai terobosan pada kesepakatan perdagangan dan kami akan segera menandatanganinya," kata Trump pada acara Turning Point USA di Florida.
Meredanya ketegangan ini telah meningkatkan kepercayaan bisnis dan mendorong prospek pertumbuhan ekonomi dan permintaan energi.
"Harga minyak akan terus mendapat manfaat dari perkembangan positif dalam perdagangan AS-China," kata Stephen Innes, kepala strategi pasar Asia di AxiTrader, Singapura.
Perusahaan jasa energi, Baker Hughes melaporkan dengan kenaikan harga minyak di masa datang, pengebor minyak AS akan meningkatkan jumlah rig mereka lebih banyak, sejak Februari 2018. Hingga 20 Desember 2019, pengebor minyak AS menambah 18 rig minyak sehingga totalnya menjadi 685, terbesar sejak November 2019.
Selain itu, pasar minyak juga menyambut pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal III 2019, yang menunjukkan ekonomi AS di bawah Presiden Donald Trump terus mempertahankan laku ekspansi, didukung oleh pasar tenaga kerja yang kuat.
Melansir dari Reuters, harga minyak Brent turun tipis 4 sen ke level USD66,10 per barel pada pukul 01.00 GMT, dan harga minyak acuan AS, West Texas Intermediate juga melemah tipis 4 sen menjadi USD60,40 per barel.
Menjelang kesepakatan fase pertama, harga minyak mentah stabil di level USD60-an per barel. Dan perjanjian kesepakatan fase pertama ini diharap bisa mengakhir perang dagang yang telah berlangsung berbulan-bulan, mengirim gelombang kejutan terhadap pasar keuangan dan pertumbuhan ekonomi global.
Dengan perjanjian fase pertama, AS akan mengurangi beberapa tarif barang impor dari China. Sebagai imbalan, China akan membeli produk pertanian AS yang akan ditandatangani pada Januari mendatang.
"Kami baru saja mencapai terobosan pada kesepakatan perdagangan dan kami akan segera menandatanganinya," kata Trump pada acara Turning Point USA di Florida.
Meredanya ketegangan ini telah meningkatkan kepercayaan bisnis dan mendorong prospek pertumbuhan ekonomi dan permintaan energi.
"Harga minyak akan terus mendapat manfaat dari perkembangan positif dalam perdagangan AS-China," kata Stephen Innes, kepala strategi pasar Asia di AxiTrader, Singapura.
Perusahaan jasa energi, Baker Hughes melaporkan dengan kenaikan harga minyak di masa datang, pengebor minyak AS akan meningkatkan jumlah rig mereka lebih banyak, sejak Februari 2018. Hingga 20 Desember 2019, pengebor minyak AS menambah 18 rig minyak sehingga totalnya menjadi 685, terbesar sejak November 2019.
Selain itu, pasar minyak juga menyambut pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal III 2019, yang menunjukkan ekonomi AS di bawah Presiden Donald Trump terus mempertahankan laku ekspansi, didukung oleh pasar tenaga kerja yang kuat.
(ven)
Lihat Juga :