Sri Mulyani Sebut Ekonomi Terjaga Saat Defisit APBN 2019 Melebar

Selasa, 07 Januari 2020 - 15:47 WIB
Sri Mulyani Sebut Ekonomi...
Sri Mulyani Sebut Ekonomi Terjaga Saat Defisit APBN 2019 Melebar
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menegaskan, ekonomi Indonesia masih terjaga ketika defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2019 terus melebar. Nilai defisit itu tembus 2,2% terhadap Produk Domestik Bruto atau PDB dan bahkan persentase itu lebih tinggi dari target 2019.

"Walaupun melebar, tapi ekonomi tetap terjaga dan memang ini tetap dalam batas yang diamanatkan dalam Undang-Undang Keuangan Negara," ujar Menkeu Sri Mulyani di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Tercatat defisit APBN 2019 mencapai Rp353 triliun ketika jumlah belanja negara dan penerimaan masih timpang. Tercatat, total penerimaan sebesar Rp 1.957,2 triliun. Penerimaan tersebut 90,4% dari target APBN 2019 yang ditetapkan sebesar Rp2.165,1 triliun. Penerimaan negara tersebut hanya naik 0,7% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara belanja negara per Desember 2019 mencapai Rp2.310 triliun atau setara dengan 93,9% dari APBN 2019. Realisasi ini naik 4,4%. "Belanja negara naik didukung penyaluran transfer ke daerah," ujar Sri Mulyani.

Lebih lanjut terang dia, untuk menutup melebarnya defisit maka pembiayaan anggaran dilakukan peningkatan dalam batas yang terkendali serta melakukan pengendalian pengeluaran pembiayaan.

"Peningkatan pembiayaan tersebut juga merupakan dampak dari perluasan fungsi pembiayaan yang tidak hanya semata-mata untuk menutup defisit. Tetapi juga digunakan sebagai instrumen investasi untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur," jelasnya.

Ditambah serta meningkatkan akses terhadap pembiayaan KUMKM dan kepemilikan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang layak huni, mendorong peningkatan ekspor, serta percepatan peningkatan kualitas SDM Indonesia.

Dengan posisi realisasi defisit dan pembiayaan anggaran tahun 2019, diperkirakan terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp46,4 triliun, yang setelah diaudit BPK, akan dapat dimanfaatkan untuk membiayai kebutuhan APBN pada tahun-tahun berikutnya.

Melalui pengelolaan realisasi APBN tahun 2019 tersebut, Pemerintah dapat menjaga pelaksanaan APBN tahun 2019 tetap sehat dan kredibel untuk mendukung stabilitas ekonomi nasional.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Obral Insentif, Defisit...
Obral Insentif, Defisit APBN Diprediksi Melebar Capai Rp852 Triliun
Pendapatan Negara Anjlok...
Pendapatan Negara Anjlok Rp472,3 Triliun, Defisit APBN Terus Dipantau
Defisit APBN 2021 Sentuh...
Defisit APBN 2021 Sentuh Rp971 T, Ekonom: Pemerintah Fokus Saja Percepat Pemulihan Ekonomi
APBN Defisit dan Utang...
APBN Defisit dan Utang Naik, Sri Mulyani: Ekonomi RI Masih Tangguh di ASEAN
Defisit APBN Maret 2020...
Defisit APBN Maret 2020 Tercatat Capai Rp76,4 Triliun
Berita Terkini
Jakpro Gandeng Feel...
Jakpro Gandeng Feel Good Network Garap Naming Rights JIS
10 menit yang lalu
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
30 menit yang lalu
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
45 menit yang lalu
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
1 jam yang lalu
Grab Ambil Alih Kendali...
Grab Ambil Alih Kendali Superbank, Fokus Perluas Akses Pembiayaan Digital
1 jam yang lalu
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
1 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved