Lawan Diskriminasi Sawit, Kemendag Minta Klarifikasi Langsung ke Uni Eropa

Selasa, 07 Januari 2020 - 22:08 WIB
Lawan Diskriminasi Sawit,...
Lawan Diskriminasi Sawit, Kemendag Minta Klarifikasi Langsung ke Uni Eropa
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersiap melakukan konsultasi langsung kepada Uni Eropa (UE), sebagai salah satu langkah melawan diskriminasi sawit. Konsultasi ini dilakukan sebelum pemerintah Indonesia melayangkan gugatan atas kebijakan Renewable Energy Directive II (RED II) dan Delegated Regulation (DR) Uni Eropa yang dinilai mendiskriminasi produk kelapa sawit atau biofuel Indonesia.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan, Indonesia telah mengajukan permintaan konsultasi pada Uni Eropa untuk akhir Januari 2020. Tujuan konsultasi dengan Uni Eropa untuk mendapatkan klarifikasi dan fakta komprehensif dalam rangka memperkuat klaim atau argumentasi Indonesia dalam forum sengketa WTO.

"Kami mengusulkan kepada Uni Eropa agar konsultasi dapat dilaksanakan pada akhir bulan Januari 2020 di Jenewa, Swiss," ungkap Wamendag) Jerry Sambuaga di Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Dalam melakukan persiapan, pemerintah bersama para pemangku kepentingan kelapa sawit dan biofuel Indonesia menggelar rapat konsolidasi. Lebih lanjut diterangkan Jerry, bahwa usulan konsultasi sawit ini bukan merupakan respon reaktif atau retaliasi terhadap gugatan Uni Eropa atas serangan raw material. "Perlu dilakukan konsultasi segera mungkin oleh karena tekanan Uni Eropa terhadap komunitas kelapa sawit semakin gencar," ungkapnya.

Pada tahapan ini, terbuka ruang seluas-luasnya bagi Indonesia untuk meminta klarifikasi kepada pihak Uni Eropa. Inisiasi awal dalam gugatan ataupun proses konsultasi ke Organisasi Perdagangan Internasional (World Trade Organization/WTO) merupakan langkah yang dapat diambil setiap negara anggota. Gugatan dapat dilakukan jika kebijakan lain dianggap melanggar prinsip-prinsip yang telah disepakati dalam WTO. Diharapkan melalui konsultasi ini dapat ditemukan jalan keluar terbaik bagi kedua pihak.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perkebunan Sawit Berkelanjutan...
Perkebunan Sawit Berkelanjutan Tumbuhkan Ekonomi Desa Terpencil
Tingkatkan Produktivitas,...
Tingkatkan Produktivitas, 2,8 Juta Hektar Kebun Sawit Rakyat Perlu Diremajakan
Perusahaan Pengendali...
Perusahaan Pengendali Hama Tanaman Sawit Unjuk Gigi di Ajang IPOC 2023
SPKS Dukung Pembentukan...
SPKS Dukung Pembentukan Satgas Peningkatan Tata Kelola Industri Kelapa Sawit
Program SMILE Bantu...
Program SMILE Bantu Petani Swadaya Raih Sertifikat RSPO
BPDPKS Gaet AII Lakukan...
BPDPKS Gaet AII Lakukan Valuasi dan Komersialisasi Teknologi Hasil Riset Kelapa Sawit
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
4 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
4 jam yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
5 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
8 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
8 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
9 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved