BPK dan Kejagung Telusuri Lebih dari 5.000 Transaksi Investasi Jiwasraya

Rabu, 08 Januari 2020 - 20:13 WIB
BPK dan Kejagung Telusuri...
BPK dan Kejagung Telusuri Lebih dari 5.000 Transaksi Investasi Jiwasraya
A A A
JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bersama Kejaksaan Agung (Kejagung) menemukan lebih dari 5.000 transaksi investasi yang dilakukan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sepanjang tahun 2009-2018 dan tidak akan luput dari pemeriksaan. Transaksi-transaksi tersebut disinyalir menimbulkan tekanan likuiditas dalam tubuh Jiwasraya yang berdampak pada kasus gagal bayar.

"Sebanyak 5.000 transaksi investasi tersebut mencakup investasi di reksa dana, saham, dan pengalihan pendapatan, dimana sebagian besar investasi dilakukan pada saham dan reksadana berkualitas rendah," ujar Jaksa Agung ST Burhanuddin di kantor BPK, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Sambung Burhanuddin mengatakan, bahwa dalam mengusut tuntas kasus Jiwasraya diperlukan tindakan kehati-hatian karena tingkat kompleksitasnya yang tinggi. "Jadi perlu waktu, saya tidak ingin gegabah. Teman-teman di BPK juga sangat membantu kami dalam menelusuri kasus ini," ungkap Burhanuddin.

Jiwasraya diketahui menempatkan investasi pada saham sebanyak 22,4% senilai Rp5,7 triliun dari aset finansial. Dari jumlah tersebut, 5% dana ditempatkan pada saham perusahaan dengan kinerja baik (LQ45) dan sebanyak 95% dana ditempatkan pada saham yang berkinerja buruk.

Kemudian investasi juga dilakukan pada reksadana sebanyak 59,1% dengan nilai mencapai sebesar Rp14,9 triliun dari aset finansial. Dari jumlah tersebut, 2% nya yang dikelola oleh manager investasi Indonesia dengan kinerja baik (top tier management), sedangkan 98% dikelola oleh manager investasi dengan kinerja buruk.(Baca Juga: Jiwasraya Lakukan Rekayasa Laporan Keuangan Sejak 2006 )
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna menambahkan, dengan terjadinya lebih dari 5 ribu transaksi menunjukkan kasus Jiwasraya sangat besar atau gigantik sehingga berpotensi memiliki dampak sistemik. Pihak BPK saat ini sedang melakukan audit investigasi guna mengetahui total kerugian negara akibat kasus ini. "Ini masih tahap awal, kami masih mendalami transaksi investasi ini," tutur Agung.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPK Tegaskan Tak Ada...
BPK Tegaskan Tak Ada Rekomendasi Tutup Asuransi Jiwasraya
Menkeu Minta Asabri...
Menkeu Minta Asabri dan Jiwasraya Lakukan Pemeriksaan Keuangan 2020
Ngeri, BPK Akan Lacak...
Ngeri, BPK Akan Lacak Aliran Dana Mencurigakan di Jiwasraya
Intip Laporan Keuangan...
Intip Laporan Keuangan Jiwasraya Tahun Lalu, Kinerja Minus dan Strategi Baru
BPK Ungkap Jiwasraya...
BPK Ungkap Jiwasraya Rugikan Negara Capai Rp18,1 Triliun
BPK Akan Audit Investigasi...
BPK Akan Audit Investigasi Kementerian BUMN Terkait Kasus Jiwasraya
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
8 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
9 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
10 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
10 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
12 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
13 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved