Tahun Berat bagi Para Pencari Kerja

Jum'at, 10 Januari 2020 - 11:59 WIB
Tahun Berat bagi Para...
Tahun Berat bagi Para Pencari Kerja
A A A
PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia tahun ini diperkirakan di bawah asumsi APBN 2020 sebesar 5,3%. Sejumlah pengamat memprediksi tahun 2020 pertumbuhan ekonomi hanya berkisar 4,8%-4,9%. Jika ini terjadi, bisa dibilang tahun ini sangat berat bagi para pencari kerja.

Berdasarkan data asumsi realisasi pertumbuhan ekonomi hanya 5% di tahun2019, pengamat ekonomi dari Indef Bhima Yudhistira melihat elastisitas tenaga kerja per 1% pertumbuhan ekonomi mampu menciptakan pekerjaan untuk 510.000 orang. Data tambahan tenaga kerja per Agustus 2019 mencapai 2,55 juta.

Sementara itu untuk asumsi di 2020 ekonomi lebih rendah dari 2019, yakni 4,8%, dan serapan tenaga kerja baru lebih rendah dari 2 juta orang. Maka elastisitasnya akan turun ke 416.000 orang setiap 1% pertumbuhan ekonomi.

“Ini tidak akan cukup untuk turunkan angka pengangguran ke 4,8% atau turun secara nominal dari 7,05 juta menjadi 6,5juta. Karena Indonesia akan membutuhkan 550.000 lapangan kerja baru. Sementara penduduk masuk usia kerja juga naik setiap tahun,” ujarnya.

Menurut Head of Research Division BNI Sekuritas Damhuri Nasution, meski tahun 2020 pertumbuhan ekonomi bisa menembus 5,3%, pencapaian tersebut belum bisa menyerap angkatan kerja baru yang masuk ke pasar tenaga kerja. Diperkirakan untuk bisa menampung angkatan kerja baru di 2020, pertumbuhan ekonomi perlu digenjot kelevel 6%-7%. Ini tentu angka mustahil yang bisa diraih di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan tahun ini.

Untungnya, dalam dunia digital saa tini, sektor ekonomi kreatif banyak bertumbuh dan munculnya perusahaan-perusahaan rintisan (startup) baru. Hal ini setidaknya bisa menyediakan lapangan kerja meski secara informal. “Misalnya untuk transportasi online, e-commerce yang butuh tenaga packaging, mengantar barang, dan lainnya. Jadi pengangguran bisa juga tetap rendah walau pertumbuhannya masih di sekitar 5%,” papar Damhuri.

Sementara itu Bhima menyarankan untuk bisa mengatasi menampung angkatan kerja baru, pemerintah perlu merevitalisasi sektor pertanian dan manufaktur. Dua sektor itu paling besar dalam membuka lapangan kerja.

Untuk itu pemerintah perlu memberikan insentif sektor pertanian dan industri lebih besar lagi, khususnya yang padat karya. Selain itu pemanfaatan Kartu Prakerja disebutnya juga harus dipercepat dan tepat sasaran. “Booming ekonomi digital harus dimanfaatkan untuk menciptakan lapangan kerja. Bukan saja untuk pekerjaan low skill seperti ojek online, tapi juga di sektor TI yang high skill,” papar Bhima. (Hafid Fuad)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Turunkan Pengangguran,...
Turunkan Pengangguran, Pengantar Kerja Tersebar di Seluruh Indonesia
Menyoroti Pergeseran...
Menyoroti Pergeseran Peran Tenaga Kerja di Tengah Perkembangan Kebutuhan Lintas Industri
Imbas Nyata Investasi...
Imbas Nyata Investasi di Bontang, Ratusan Tenaga Kerja Lokal Terserap
Bisnis Agen Kapal, Pacu...
Bisnis Agen Kapal, Pacu Serapan Tenaga Kerja
Hilirisasi Nikel Terbukti...
Hilirisasi Nikel Terbukti Perbanyak Serapan Tenaga Kerja
Kondisi Ketenagakerjaan...
Kondisi Ketenagakerjaan RI Lampu Kuning, 1,5 Juta Calon Pekerja Tak Terserap Setiap Tahun
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved