alexametrics

Sinergi KAI dan MRT Bikin Transportasi Indonesia Naik Kelas

loading...
A+ A-
JAKARTA - Sinergi PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) dan PT MRT Jakarta (Perseroda) diyakini bakal membuat transportasi Indonesia menjadi naik kelas. Seperti diketahui perusahaan patungan yang dibentuk oleh PT. KAI dan PT MRT Jakarta dipastikan memiliki kewenangan besar, dari mengelola Kereta Bandara hingga Kereta Commuterline.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan hal ini akan membentuk transportasi di Jakarta bakal menjadi angkutan kelas dunia. “Harapannya transportasi Jakarta akan menjadi transportasi kelas dunia dengan ada sinergi ini yang akan membuat kinerja transportasi meningkat,” ujar Anies di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Menurutnya Perusahaan Joint Venture akan mengikuti jejak kesuksesan Jak Lingko dengan proyek menciptakan satu kartu perjalanan untuk semua moda nantinya. "Ini kayak Jak Lingko angka pengguna transportasi di Jakarta tahun 2029 menjadi 700.000 penumpang per hari. Padahal, di tahun 2017 angkanya baru menyentuh 338.000 penumpang per hari," paparnya.



Sambung Anies hal itu memperlihatkan adanya peningkatan pengguna moda transportasi dua kali lipat, meski baru mengintegrasikan angkutan darat dan kali ini kereta api. Selain itu, perusahaan patungan ini juga akan menyulap empat stasiun KRL eksisting menjadi Transit Oriented Development (TOD). “Jadi ada empat stasiun yang nampak beda. Stasiun Senen, Juanda, Tanah Abang dan Sudirman itu nanti orang merasakan terintegrasi,” tandasnya.

Nantinya, stasiun-stasiun tersebut akan terhubung dengan moda transportasi lain seperti Transjakarta, angkutan umum (angkot), Jak Lingko, MRT, LRT, dan kereta bandara Railink. Ditekankan juga olehnya tugas utama perusahaan patungan yang ownership-nya akan dimiliki oleh PT MRT Jakarta 51% sementara PT KAI 49% ini akan fokus pada penataan 72 stasiun.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top