PUPR Targetkan Seluruh Pompa Baru di Kali Sringin Beroperasi Akhir Januari

Senin, 13 Januari 2020 - 00:19 WIB
PUPR Targetkan Seluruh...
PUPR Targetkan Seluruh Pompa Baru di Kali Sringin Beroperasi Akhir Januari
A A A
JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menginstruksikan agar penggantian lima pompa yang berfungsi menyedot air di Kali Sringin, Semarang, Jawa Tengah, bisa beroperasi semuanya paling lambat akhir Januari 2020.

Dengan lima pompa yang beroperasi penuh, maka dapat mengoptimalkan Sistem Polder Kali Sringin untuk pengendalian banjir di Semarang bagian Timur.

"Saya menilai keberadaan lima pompa air ini sangat penting dan harus beroperasi penuh selama 24 jam. Kalau pompanya tidak sempurna beroperasi maka penyedotan air terganggu. Apalagi Februari diprediksi BMKG masih berpotensi turun hujan lebat," kata Basuki saat meninjau pintu muara dan Polder Kali Sringin, Semarang, dalam keterangan yang diterima SINDOnews di Jakarta, Minggu (12/1/2020).

Basuki menjelaskan bahwa sistem Polder Kali Sringin dirancang untuk dapat menyedot air hingga 10 m3 per detik atau 10.000 liter per detik dengan lima pompa berkapasitas masing-masing 2.000 liter per detik berfungsi memompa air ke laut.

"Dari lima pompa yang ada hanya satu yang beroperasi optimal. Untuk itu, saya minta ganti semua dengan yang baru kelima pompanya," lanjutnya.

Dari hasil pengecekan lapangan yang dilakukan Basuki, menurutnya saat ini ketinggian air di Kali Sringin masih dalam batas aman untuk menghadapi terjadinya hujan deras dalam waktu yang lama.

"Tadi saya cek langsung kedalaman air hingga ke dasar Kali, masih 1,5 meter dan itu harus diturunkan hingga 0,5 meter sebagai elevasi aman untuk menampung debit air saat hujan. Untuk itu lima pompa tersebut harus berfungsi optimal," tuturnya.

Menurut Basuki, penggantian pompa tersebut akan dilakukan secara bertahap, dimana pada hari Selasa (14/1) nanti akan dipasang dua pompa baru. Ia mengatakan, dirinya akan terus mengawasi perbaikan dan pemasangan pompa air di Kali Sringin ini, karena sangat vital dalam menangani dan mengendalikan air rob dan banjir di Semarang bagian Timur.

"Tadi disampaikan ada tiga yang masih dirakit, saya juga sudah lihat langsung ke tempat perakitannya," imbuhnya.

Basuki mengatakan dengan beroperasinya pompa di Kali Sringin dan Kali Tenggang telah dapat mengatasi banjir rob yang sering menggenangi wilayah Genuk, Kaligawe dan sekitarnya. Untuk menahan limpasan rob, dibangun tanggul rob yang membentang sepanjang 2,17 km dari Kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), melingkari kawasan industri Terboyo hingga Kali Sringin.

Profesor Teknik Sipil Unissula, Slamet Imam Wahyudi, yang ikut dalam tinjauan mengatakan, pembangunan Polder Sringin tersebut berdampak sangat besar dalam mengurangi banjir dan rob.

"Sebelum ada sistem polder ini, kampus Unissula sering terdampak banjir, saat ini sudah tidak," ujar Imam.

Dalam tinjauan tersebut, Basuki juga sempat berbincang dengan beberapa warga yang tinggal di kawasan Kali Sringin untuk mendengar kondisi terkini saat terjadi hujan deras baru-baru ini. Yuri (40) salah seorang warga mengaku saat ini banjir akibat luapan sungai dan rob yang kerap masuk hingga rumahnya sudah tidak pernah terjadi lagi.

"Kemarin waktu hujan deras juga tidak sampai masuk rumah lagi," tuturnya.

Kementerian PUPR melalui BBWS Pemali Juana bekerjasama dengan Pemerintah Kota Semarang, sejak Desember 2016 memulai pekerjaan pembangunan pengendali banjir rob Semarang yang dibagi dalam 2 paket pekerjaan yakni Sistem Polder Sringin dan Tenggang.

Pekerjaan Paket I mencakup pembuatan kolam retensi Banjardowo berkapasitas 30.000 m3, normalisasi serta perbaikan parapet Kali Sringin, pembangunan pintu muara dan Polder Kali Sringin dengan tanggul dari Kali Tenggang ke Sringin. Pekerjaan paket I dilakukan kontraktor PT Adhi Karya-PT Basuki, KSO dengan pendanaan APBN 2016-2019 senilai Rp202,12 miliar.

Sementara itu, untuk pekerjaan Paket II berupa pembuatan kolam retensi Rusunawa Kaligawe berkapasitas 66.000 m3, pembangunan pintu muara dan Polder Tenggang di muara Kali Tenggang, dengan tanggul penahan di kawasan terminal dan industri Terboyo dan normalisasi serta perbaikan parapet Kali Tenggang.

Polder Tenggang dilengkapi pompa berkapasitas 6 x 2 m3 per detik. Pekerjaan paket II dilakukan kontraktor PT Wijaya Karya-PT AMB, KSO dengan pendanaan APBN 2016-2019 senilai Rp259,26 miliar.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Menteri Basuki Optimalkan Infrastruktur Tampungan Air
Dukung Pemulihan Ekonomi,...
Dukung Pemulihan Ekonomi, Menteri Basuki Target Jembatan Sei Rampung 2021
Menteri Basuki Perbaiki...
Menteri Basuki Perbaiki 2.000 Rumah Tidak Layak Huni di Bengkulu
Menteri Basuki Terus...
Menteri Basuki Terus Lanjutkan Program Pengendalian Lumpur Sidoarjo
Menteri Basuki Akan...
Menteri Basuki Akan Bangun Infrastruktur Kerakyatan di Batang
Food Estate di Kalteng,...
Food Estate di Kalteng, Menteri Basuki Utamakan Pembangunan Irigasi
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
8 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
9 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
10 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
10 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
12 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
13 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Ditunjuk...
6 Jenderal Ditunjuk Menjadi Pangdam di Kodam Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved