alexametrics

Investasi Asing Bergerak ke Asia, Ekonomi Indonesia Paling Berpotensi Besar

loading...
A+ A-
JAKARTA - Pengamat ekonomi dan pasar modal, Ferry Latuhihin, memprediksi Indonesia akan menjadi salah satu negara di Asia yang perekonomiannya berpotensi besar di tahun 2020.

"Saya optimis meski laju pertumbuhan global diprediksi melambat karena geopolitik, perang dagang AS-China, regulasi World Bank, dan faktor X (faktor lainnya)," ujar Ferry dalam Talkshow "Time to Invest: This Decade Belongs to Asia" di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Ferry menjelaskan investasi akan bergerak ke Asia, terutama ASEAN dan emerging market-nya.



"In terms of debt to GDP ratio, Asia termasuk rendah dibandingkan advanced countries. Indonesia masih dibawah 30%," imbuhnya.

Fund Manager First State Investments Indonesia, Guntur Prasetyo, menyebutkan di tengah pertumbuhan global yang biasa saja, para investor akan bergerak menuju emerging market.

"Investor asing tentunya akan memilih emerging market yang domestic oriented karena kekuatan konsumsinya lebih besar, termasuk Indonesia," ungkap Guntur.

Oleh karena itu, para investor mengharapkan pertumbuhan ekonomi emerging market lebih stabil.

"Saya lihat mereka akan masuk ke saham-saham perbankan, secara sektornya lebih bagus karena penerapan PSAK yang baru. Akhir tahun kemarin mereka harus memberikan provisi yang lebih besar, tahun ini akan lebih bagus angkanya," terang Guntur.

Ia menjelaskan tensi perang dagang mulai mereda, karena AS sudah menyadari kalau perang dagang tidak menguntungkan mereka.

"Ketegangan akan jauh berkurang. Secara regional, mata uang AS hanya menguat ketika ekonomi membaik, atau economic outlook AS bagus, atau economic outlook global buruk sehingga orang-orang lari ke dolar AS," pungkas Guntur.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top