Pembayaran Klaim Nasabah Jiwasraya Melalui Dua Skema

Rabu, 15 Januari 2020 - 18:38 WIB
Pembayaran Klaim Nasabah...
Pembayaran Klaim Nasabah Jiwasraya Melalui Dua Skema
A A A
JAKARTA - Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Hexana Tri Sasongko menjelaskan, skema penyelamatan dana nasabah perseroan dan pemerintah. Diterangkan olehnya akan menggunakan skema restrukturisasi untuk penyehatan internal perusahaan terlebih dahulu. Klaim nasabah atas polis produk JS Saving Plan yang sudah jatuh tempo tahun lalu tercatat sebesar Rp12,4 triliun.

Bakal ada dua skema penyelesaian yakni bersama Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah membentuk Tim Percepatan Penyelesaian dan Penyehataan Jiwasraya. Kedua langkah yang sudah disiapkan bersama Kementerian BUMN adalah melakukan restrukturisasi dan holdingisasi Jiwasraya.

“Restrukturisasi sekarang sudah proses, dari situ akan ada profit. Maka profit akan kita gunakan untuk menyelesaikan kewajiban,” ujar Hexana di Gedung DPR Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Kemudian lanjutnya akan dilakukan holdingisasi. Untuk holdingisasi, Ia menjelaskan akan dilakukan secara bertahap dimana rencananya akan ada instrumen keuangan yang dikeluarkan dan dibeli oleh holding Jiwasraya. “Pada tahap awal, jiwasraya belum jadi holding, ada instrumen yang akan dikeluarkan, yang nanti akan dibeli oleh holding,” tuturnya.

Hexana menekankan, penyelesaian klaim nasabah akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan keuntungan yang diterima, yang pada akhirnya akan digunakan pihaknya untuk menyelesaikan kewajiban secara bertahap. “Tentu ini akan ada mekanisme, kita akan profile nasabah-nasabahnya seperti apa dan kemudian kita cari solusi yang terbaik bagaimana, mengalokasikan secara bertahap dari profit yang masuk,” tuturnya.

Selain itu terang dua, Jiwasraya juga sudah membentuk anak usaha yakni PT Jiwasraya Putera bersama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Telkomsel (anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk) yang nantinya akan bertindak juga sebagai distributor dari produk-produk yang dijual oleh Jiwasraya Putra.

Jiwasraya Putera juga sudah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Anak usaha tersebut nantinya akan dilepas kepada investor strategis. Dari pembentukan Jiwasraya Putera, nantinya akan muncul dana sehat sebagai solusi. Sehingga, keempat BUMN perlu sinergi dari BUMN lainnya. Kemudian memiliki kepemilikan saham yang jika berhasil akan mendapatkan keuntungan atau dividen. Serta, dari sisi transaksi akan dapat pendapatan segar.

Sebagai informasi, Jiwasraya memiliki kewajiban membayar klaim pemegang polis produk JS Saving Plan pada Oktober-Desember tahun lalu sebesar Rp12,4 triliun. Untuk tahun 2020 ini, kebutuhan likuiditas penyelesaian JS Saving Plan diketahui nilainya sebesar Rp3,7 triliun.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OJK Harus Tingkatkan...
OJK Harus Tingkatkan Regulasi untuk Menangani Kasus Gagal Bayar Asuransi Jiwa
Generali Indonesia Salurkan...
Generali Indonesia Salurkan Klaim Asuransi Covid-19 Senilai Rp20,2 M
Asuransi Jasindo Selesaikan...
Asuransi Jasindo Selesaikan Klaim Pipeline Transgasindo di Jambi
Klaim Asuransi Nasional...
Klaim Asuransi Nasional Sinarmas MSIG Life Tembus Rp541,6 Miliar
Restrukturisasi Polis...
Restrukturisasi Polis Jiwasraya Ditarget Rampung Bulan Mei
Minta Dananya Cair,...
Minta Dananya Cair, Puluhan Nasabah Geruduk Kantor Jiwasraya
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
18 menit yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
1 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
3 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
4 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
5 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
7 jam yang lalu
Infografis
Houthi Klaim Mampu Gagalkan...
Houthi Klaim Mampu Gagalkan Serangan Udara AS dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved